Wali Kota Samarinda Minta Jangan Sembunyikan Data Pegawai Yang Positif Covid-19 | KLIK SAMARINDA
Fokus News

Wali Kota Samarinda Minta Jangan Sembunyikan Data Pegawai Yang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang

KLIKSAMARINDA – Data perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan pemerinah pusat. Data kasus dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda mencatat ada penambahan sebanyak 208 kasus positif, angka meninggal dunia sebanyak 90 orang dan angka ini sudah menjadi sorotan Pemerintah Pusat.

Walikota Samarinda, Syaharie Jaang meminta agar data kasus konfirmasi positif Covid-19 di lingkungan pegawai Pemkot Samarinda agar transparan. Hal ini sesuai dengan Terkait Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) Nomor 68 Tahun 2020 tentang Penguatan Peran Tim Penanganan Covid-19 Sebagai Pusat Krisis (Crisis Center) di lingkungan Perkantoran Instansi Pemerintah, dalam hal ditemukan atau mendapat informasi adanya Pegawai ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Syaharie Jaang juga meminta agar Tim Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk mendata ulang Tim Tenaga Kesehatan, serta menanyakan ruangan isolasi yang ada di Kota Samarinda.

“Hari ini saya minta untuk kebaikan bersama jangan ada disembunyi-sembunyikan, harus terbuka apabila ada pegawai ASN kita yang terpapar Covid-19,” ujar Syaharie Jaang saat rapat beserta Tim Gugus Covid-19 menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 melalui Virtual online, Sabtu 26 September 2020.

Point of View:  Warga Perbatasan Kutai Kartanegara dan Kutai Barat Kalimantan Timur Bangun Jembatan Swadaya

Sekretaris Kota Samarinda, Sugeng Charuddin mengungkapkan tindak lanjut Surat Edaran dari MENPAN-RB yang menjadi perhatian utama, pertama adalah menjaga ASN atau pejabat yang terpapar Covid-19 harus diminimalisir. Kedua, kondisi peningkatan positif yang ada di Kota Samarinda.

“Saya mohon kepada seluruh pejabat, kita ini Aparatur Sipil Negara seharusnya kita ini memberikan contoh kepada masyarakat. Masyarakat juga jangan membuat acara yang mengundang banyak orang dan berkumpul dengan banyak orang. Jangan sampai nantinya kedepan petugas kesehatan kita berguguran satu persatu, kita tidak mau itu terjadi. Di Perwali Nomor 43 sudah jelas,” ujar Sugeng Chairuddin. (*)

Save on your hotel - hotelscombined.com
DMCA.com Protection Status