Clicky

Rabu, 27 Januari 2021

Para Pencuri Batubara di Konsesi PT MHU Itu Orang Suruhan

KLIKSAMARINDA – Kasus penambangan batubara ilegal di konsesi milik PT Multi Harapan Utama (PT MHU) terus mendapatkan penyelidikan kepolisian. Pasalnya, dari pengakuan tersangka pelaku, operator penggalian dan 6 rekannya hanya menjalankan perintah dari seseorang.

Koordinator pencurian, Ipul mengatakan, aksi pencurian batubara di konsesi PT MHU, Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ipul mengaku baru melaksanakan kegiatan ini selama 1 bulan.

Point of View:  Akhhir Masa Jabatan Wali Kota Samarinda Fokus Tangani Banjir

Dirinya tidak mengetahui lahan batubara itu milik siapa. Ia hanya diminta mengerjakan dan mengambil batubara oleh seseorang.

Tidak tahu. Baru kerja sebulan,” ujar Ipul saat mengantarkan petugas kepolisian ke lokasi penumpukan hasil pencurian batubara di Loa Bakung  Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda Sabtu dinihari, 22 Februari 2020.

Warga Samarinda ini diamankan petugas Polsek Loa Kulu Kukar saat melakukan kegiatan penambangan batubara ilegal di areal konsesi PT MHU, Loa Kulu Seberang.

Point of View:  Upaya Cegah Penyebaran Covid-19 Sekaligus Berdayakan Warga, Pemkot Samarinda Akan Beli Produk Masker Buatan Warga

Saat penangkapan, polisi menyita sejumlah alat berat dan menangkap operator. Dalam pengembangan kasusnya, polisi mendatangi tempat penumpukan batubara ilegal di Samarinda sebelum dikirimkan ke pemesan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Polisi juga menyita barang bukti ribuan karung batubara dan sejumlah cangkul di lokasi.

Kini, para pelaku meringkuk di penjara. Atas tindak kriminal yang dilakukan, pelaku diduga melanggar pasal 158 undang-undang TaHun 2009 tentang Minerba dan ancaman lima tahun kurungan penjara. (Jie)

DMCA.com Protection Status
error: Send us an email to kliksamarinda.com