Diskominfo Kaltim Paparkan Realisasi dan Target Kinerja ke DPRD
KLIKSAMARINDA – Komisi I DPRD Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama sejumlah perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Kamis 28 Agustus 2025. Forum tersebut membahas capaian kinerja tahun 2025 serta rencana kerja 2026.
Dalam agenda tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, melaporkan bahwa pagu anggaran tahun 2025 sebesar Rp130,33 miliar dengan realisasi hingga Agustus sebesar Rp35,21 miliar atau 27,01 persen.
Menurutnya, meski serapan anggaran baru seperempat, capaian fisik program sudah mencapai 65,13 persen.
Sejumlah kegiatan bahkan hampir tuntas 100 persen, seperti penyediaan akses internet untuk perangkat daerah, koordinasi pemanfaatan aplikasi umum SPBE, hingga pengadaan sarana dan prasarana kantor.
“Pelaksanaan teknis di lapangan berjalan cukup cepat, hanya saja proses pencairan anggaran membutuhkan waktu lebih panjang,” jelas Faisal.
Dalam paparannya, Faisal juga menyampaikan program prioritas pemasangan internet desa.
Hingga 18 Agustus 2025, tercatat 441 desa telah terhubung internet dari target 841 desa.
Sebanyak 400 desa lain sedang dalam tahap pengerjaan.
“Target kami 716 desa tuntas lewat APBD murni dan 125 desa dari APBD perubahan. Jadi, di 2025 seluruh desa selesai terpasang. Tahun 2026 nanti tinggal pembayaran tagihan,” ujarnya optimistis.
Selain Diskominfo, hadir pula Kepala Satpol PP Kaltim Munawar serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (BPOD) Setdaprov Kaltim, Siti Sugiyanti.
Satpol PP Kaltim melaporkan pagu anggaran Rp42,6 miliar dengan realisasi Rp18,58 miliar atau 43,62 persen.
Sementara BPOD mencatat realisasi Rp7,86 miliar dari pagu Rp11,57 miliar atau sekitar 68 persen.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Agus Suwandi, yang memimpin rapat menegaskan pentingnya sinergi antar-perangkat daerah agar target strategis dapat tercapai.
“Kita brainstorming dalam raker ini, kita mulai bergilir. Harapannya sinergi dengan mitra kerja bisa lebih kuat,” ujarnya.
Komisi I berharap percepatan pemasangan internet desa dapat mendukung peningkatan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pelosok Kaltim. (Adv/Diskominfo Kaltim)



