Clicky

Warga Samarinda Minta Tolong Gubernur Kaltim Karena Ditolak RS

KLIKSAMARINDA – Warga KS Tubun Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Sumiati, mendatangi kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis sore, 22 Juli 2021. Kedatangan Sumiati ke Kantor Gubernur Kaltim itu untuk meminta bantuan kemudahan perawatan terhadap kakaknya.

Di pos pintu masuk Kantor Gubernur Sumiati mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan karena sang kakak tidak bisa dirawat di rumah sakit manapun di Samarinda.

Sejumlah petuga Satpol PP yang berjaga di depan Kantor Gubernur Kaltim langsung membantu dan membawa keluarga korban ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda, di Jalan Kakap 3, Samarinda. RSJD Atma Husada Mahakam merupakan RS yang telah ditunjuk Pemprov Kaltim menjadi rumah sakit rujukan Covid-19.

RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, selain kapasitas juga 90 persen dokter dan perawat rumah sakit khusus menangani gangguan jiwa pun dioptimalkan dan ditugaskan untuk penanganan pasien Covid-19.

Petugas Satpol PP yang mengantarkan keluarga korban menuju RSJD Atma Husada Mahakam, Kadir menyatakan prihatin atas kondisi yang terjadi Samarinda. Keluarga korban kebingungan ingin mengantarkan keluarga mereka.

“Saya melihat kondisi beliau itu nafasnya terengah-engah. Cuma kita gak tau apa dan kenapa. Kalau dari pihak keluarga itu, maunya diperiksa dulu, jangan langsung ditolak. Jadi saya dan tim langsung bergerak sendiri tanpa menggunakan APD,” ujar Kadir, Kamis sore kemarin.

Ditemui di RSJD Atma Husada Mahakam, Sumiati mengaku telah membawa sang kakak yang kritis sejak pukup 09.00 WITA ke sejumlah rumah sakit di kota Samarinda. Namun Sumiati mengaku sang kakak ditolak meski belum diperiksa oleh tim medis rumah sakit.

Sumiati menyebutkan, ada 4 rumah sakit di kota Samarinda yang didatangi. Menurut Sumiati, pihak rumah sakit beralasan ruang perawatan sudah penuh. Dalam kondisi sang kakak yang kritis, Sumiati kemudian meminta bantuan Gubernur Kaltim.

Mereka menggunakan mobil jenazah yang ada di lingkungan mereka untuk membawa sang kakak menuju rumah sakit agar bisa mendapatkan perawatan. Setelah mencari sekitar 5 jam, tidak ada rumah sakit yang mau merawat kakaknya. Sumiati lalu memilih untuk membawa sang kakak ke Kantor Gubernur Kaltim agar mendapat perhatian Gubernur.

Saya mau ketemu Pak Gubernur supaya melihat pasien ini gimana. Kok ditelantarkan gitu. Bisa mati di tengah jalan. Itu aja untung ada rumah sakit yang ini mau nolong. Kakak saya ini gak bisa diangkat. Saya pinjem mobil sama tetangga saya. Saya bawa aja mobil itu, ujar Sumiati. (Jie)

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com