News

Semangat Mahasiswa Asal Kaltim Yang Kuliah di Wuhan Pulang ke Samarinda

KLIKSAMARINDA – Mahasiswa asal Kaltim yang sebelumnya menjalani observasi di Natuna, Riau, tiba di Bandara apt pranoto Minggu siang, 16 Februari 2020, pukul 11:05 WITA. Keseluruhan mahasiswa asal Kaltim itu berjumlah 14 orang. Sembilan di antaranya diterbangkan ke Bandara APT Pranoto Samarinda dan sisanya ke Bandara Sultan Aji Moehammad Soelaiman Balikpapan.

Para mahasiswa yang mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda ini berasal dari kota Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur (Kutim). Mereka merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran yang berada di 3 daerah, yaitu di Gionchu, Jioncho, dan Enshizhou.

Saat terjadinya wabah Virus Corona, mereka kemudian dievakuasi ke Indonesia dan langsung menjalani observasi di Pulau Natuna selama 14 hari.
Usai menjalani observasi, mereka transit di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu 15 Februari 2020, sekira pukul 16.00 WIB.

Gubernur Kaltim Isran Noor langsung menyambut mereka di Bandara Halim. Setelah itu, mereka menginap semalam di Hotel Ibis Jakarta.

Minggu, 16 Februari 2020, kedatangan mereka di Bandara APT Pranoto Samarinda diterima oleh Asisten Administrasi Pemprov Kaltim, Fathul Halim. Mereka kemudian diserahkan kepada keluarga yang memang sudah menunggu para kerabat mereka sejak Minggu pagi.

Salah seorang mahasiswa saat ditemui mengaku senang dan bahagia karena bisa bertemu dengan keluarga di Samarinda. Ia pun menegaskan dirinya bersama teman-temannya dalam keadaan sehat dan negatif terinfeksi virus Corona.

Seorang mahasiswa, Riska Nurazizah mengaku tetap semangat dengan kondisinya saat ini. Kesehatan dirinya dapat dibuktikan dengan sertifikat atau surat keterangan kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mahasiswa semester 6 ini mengaku masih ingin kembali dan fokus menuntut ilmu.

“Tentu saja kembali untuk kuliah. Saya gak takut. Aman, kan kami sudah tahu kayak mana cara penanganannya dan bagaimana cara penanggulangannya,” ujar Riska.

Para mahasiswa ini mengaku gembira kembali ke rumah mereka setelah menjalani masa-masa kepanikan saat berada di Wuhan, Cina. Namun mereka mengaku bahagia saat berada di Natuna karena diterima dengan baik oleh negara.

Semua mahasiswa tetap ingin kembali dan melanjutkan studi mereka di negeri China setelah kondisi di China dinyatakan kondusif dan bebas dari Covid 19 (Virus Corona). (Jie)