Warta

Belajar Hukum Pidana Secara Nyata, Mahasiswa di Samarinda Olah TKP Bareng Tim Inafis

Kliksamarinda.com – Biasanya mahasiswa datang dengan gelombang aksi di markas kepolisian disertai riuh tuntutan atau protes atas tindakan represif petugas, pemandangan di Markas Kepolisian Resor Kota (Mako Polresta) Samarinda pada Rabu siang 25 Juni 2026, justru tampak jauh berbeda. Tidak ada ketegangan, melainkan antusiasme akademis yang tinggi.

Puluhan mahasiswa jurusan hukum dari sejumlah perguruan tinggi di Samarinda, Kalimantan Timur, mendatangi kantor polisi bukan untuk berdemonstrasi. Mereka sengaja hadir untuk belajar langsung dari ahlinya, keluar sejenak dari sekat-sekat ruang kelas dan buku teks perkuliahan demi mendalami teori pelaksanaan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Didampingi langsung oleh sejumlah aparat kepolisian dari Unit Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) Satreskrim Polresta Samarinda, para calon penegak hukum ini ditantang mempraktikkan simulasi penemuan jenazah korban kekerasan. Satu demi satu aktivitas detail para petugas forensik menjadi pusat perhatian mahasiswa. Mereka mengamati dengan saksama bagaimana cara mengevakuasi korban kekerasan dengan tetap menjaga sterilitas barang bukti di lapangan—sebuah poin krusial yang selama ini hanya mereka baca di atas kertas.

Lebih dari sekadar melihat simulasi, para mahasiswa juga diberi kesempatan langka untuk mengoperasikan berbagai peralatan identifikasi canggih milik Unit Inafis. Alat pemindai sidik jari hingga teknologi rekognisi wajah yang kerap digunakan polisi untuk mengungkap identitas misterius korban tanpa identitas alias Mr. X, langsung diuji coba oleh mereka.

“Kami bisa mengetahui langsung fungsi-fungsi alat identifikasi dan langkah-langkah penanganannya di lapangan,” ujar Devi, salah satu mahasiswa peserta pelatihan dengan mata berbinar.

Sementara itu, Wakil Kasat (Wakasat) Reskrim Polresta Samarinda, AKP Teguh Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan edukatif ini merupakan bentuk sinergi nyata antara dunia akademisi perguruan tinggi dengan kepolisian. Pelatihan ini sengaja dirancang agar berkaitan langsung dengan pemahaman mata kuliah tindak pidana yang sedang mereka tempuh.

“Kami ingin membagi wawasan kepada mahasiswa mengenai bagaimana kepolisian mengungkap berbagai kejahatan, khususnya yang melibatkan unit khusus seperti Inafis,” terang AKP Teguh Wibowo.

Melalui pengalaman empiris ini, para calon sarjana hukum masa depan diharapkan tidak hanya cakap dan menghafal pasal-pasal teoritis, melainkan juga memahami betul betapa pentingnya menjaga integritas bukti fisik dalam sebuah proses penegakan hukum yang berbasis ilmiah (scientific crime investigation). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda@gmail.com