Respon Wali Kota Samarinda Soal Dugaan BBM Bermasalah, Jangan Bikin Makin Bingung
Kalau kita tidak tahu masalahnya secara utuh, jangan ditambah-tambahi. Jangan bikin makin bingung. Kita tunggu saja hasil ahlinya.
KLIKSAMARINDA – Di tengah kegaduhan publik akibat kerusakan sepeda motor yang diduga disebabkan oleh bahan bakar minyak (BBM) bermasalah, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah cepat dan konkret.
Warga yang mengalami kerusakan motor setelah mengisi BBM antara tanggal 28 Maret hingga 8 April 2025 akan menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000.
Langkah ini menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah keresahan warga. Alih-alih menunggu hasil laboratorium atau perdebatan teknis yang memanjang, Pemkot Samarinda memilih jalan empati.
“Ini bantuan sederhana, bukan solusi menyeluruh Tapi kami harap bisa sedikit meringankan beban warga,” kata Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pada Kamis 10 April 2025.
Di balik kebijakan ini, ada niat Pemkot Samarinda agar masyarakat tidak larut dalam spekulasi dan keriuhan.
“Kalau kita tidak tahu masalahnya secara utuh, jangan ditambah-tambahi. Jangan bikin makin bingung. Kita tunggu saja hasil ahlinya,” ucap Wali Koa Andi Harun.
Wali Koa Andi Harun menekankan bahwa penyelidikan tetap berjalan sampel BBM dan mesin yang rusak sudah dikumpulkan dan akan diuji oleh lembaga independen yang terdiri dari ahli kimia, teknisi mesin, dan analis BBM.
Namun, sembari menunggu hasil tersebut, Pemkot Samarinda ingin menunjukkan bahwa mereka tidak tinggal diam.
“Daripada nunggu hasil lab sambil gaduh, kami ambil langkah kecil yang ada manfaatnya,” tegasnya.
Menuru Wali Koa Andi Harun, Pemkot Samarinda menetapkan sejumlah syarat agar bantuan bisa tepat sasaran.
Antara lain, warga harus melampirkan nota bengkel yang menjelaskan kerusakan akibat BBM, fotokopi KTP domisili Samarinda, STNK kendaraan, serta membawa motor saat pengajuan.
Bukti foto atau video kondisi motor dan suku cadang yang diganti juga wajib dilampirkan seluruh berkas diserahkan ke kantor kecamatan sesuai domisili.
“Yang kami bantu itu motor yang benar-benar rusak karena BBM bermasalah. Kami butuh data, bukan dugaan,” ujarnya.
Wali Koa Andi Harun menegaskan bahwa ini bukan janji politik atau pencitraan.
“Kami ingin masyarakat tenang dulu, jangan tambah stres. Jangan merasa sendirian menghadapi ini. Pemerintah hadir meski dengan langkah sederhana,” tuturnya.
Menurutnya, bahkan jika benar ada percampuran Ron 90 dan Ron 92, efeknya bisa bervariasi tergantung mesin.
Yang pasti, dari pemeriksaan awal ditemukan semacam ‘jel’ menempel di bagian saringan bahan bakar dan injektor motor yang rusak.
“Jel itu bisa dari banyak hal: BBM tercampur air, BBM lama, atau karena suhu. Kita tidak boleh menyimpulkan sendiri. Nanti hasilnya kami sampaikan ke Polresta. Pemerintah tidak akan campur urusan hukum,” pungkasnya. (Pia/Adv/DiskominfoSamarinda)



