Provinsi Kaltim

Program GRATISPOL Kaltim Bakal Sasar 190 Desa di Kutai Barat untuk Akses Internet Gratis

KLIKSAMARINDAPemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai menyosialisasikan implementasi Internet Desa kepada kepala desa di Kabupaten Kutai Barat. Total 190 titik di Kutai Barat menjadi bagian target 800 titik koneksi Internet Desa hingga akhir 2025 menjadi fokus utama dalam upaya pemerataan akses digital di seluruh pelosok Kaltim.

Sosialisasi program Internet Desa melalui program GRATISPOL Kaltim ini disampaikan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Barat. Pertemuan strategis ini diterima oleh Plt. Kabid TIK dan Persandian Diskominfo Kaltim, Bambang Kukilo, di ruang kerja Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Rabu 28 Mei 2025.

“Sosialisasi ini menjadi bagian penting untuk mewujudkan target 190 desa di Kutai Barat dapat terjangkau internet pada tahun 2025,” ungkap Bambang Kukilo. Program ini merupakan komitmen serius Pemprov Kaltim dalam memenuhi pemerataan akses informasi dan komunikasi digital, khususnya bagi desa-desa terpencil yang belum terjangkau jaringan konvensional.

Keunggulan program Internet Desa Kaltim terletak pada sistem reward yang diberikan kepada desa-desa yang optimal dalam memanfaatkan layanan. Desa yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan Internet Desa akan mendapatkan reward berupa penambahan bandwidth sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan produktif.

“Kami akan memberi penghargaan kepada desa yang benar-benar memanfaatkan fasilitas ini secara produktif,” tegas Bambang.

Kepala Diskominfo Kutai Barat, Rustam, mengungkapkan tantangan utama dalam implementasi program ini. Masih terdapat sekitar 30 kampung yang belum teraliri listrik PLN, sehingga pelaksanaan program akan memprioritaskan wilayah-wilayah paling jauh dari ibu kota kabupaten.

“Saat ini terdapat 30 kampung yang belum teraliri listrik dari PLN. Karena itu, kami memprioritaskan desa-desa terjauh dari ibu kota kabupaten untuk tahap awal pelaksanaan,” jelas Rustam.

Untuk mengatasi kendala geografis, Pemprov Kaltim akan menggunakan teknologi satelit Starlink untuk 30 titik koneksi. Teknologi satelit ini khusus diperuntukkan bagi daerah dengan medan geografis sulit dan tanpa jangkauan jaringan konvensional, memastikan tidak ada desa yang tertinggal dalam transformasi digital.

Pelaksanaan pemasangan koneksi internet akan dimulai pada awal Juni 2025. Untuk mendukung kelancaran operasional di lapangan, setiap kecamatan akan memiliki teknisi Unit Manajemen Sistem (UMS) yang bertugas menangani gangguan teknis secara cepat dan responsif.

Dinda Annisa, Account Manager dari Telkom menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program ini. “Kami akan pastikan teknisi tersedia di setiap kecamatan untuk mempercepat respons jika terjadi kendala,” ujarnya.

Program Internet Desa Kaltim tidak berhenti pada pemasangan semata. Pemprov Kaltim juga akan melakukan pemantauan pasca-instalasi untuk memastikan layanan internet digunakan secara bergilir dan berkelanjutan oleh masyarakat desa. Hal ini penting untuk menjamin keberlanjutan program dan memaksimalkan manfaat teknologi bagi masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, penyedia layanan, dan masyarakat, program Internet Desa diharapkan mampu menjadi solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan digital sekaligus meningkatkan produktivitas serta pertumbuhan ekonomi lokal berbasis teknologi di Kalimantan Timur. (Adv/Diskominfo Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *