Clicky

Minggu, 17 Januari 2021

Polisi Samarinda Bongkar Kasus Uang Palsu

KLIKSAMARINDA – Kapolsek Sungai Pinang, AKP Rengga Puspo Saputro memimpin press rilis pengungkapan kasus peredaran uang palsu di Mapolsek Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis 17 Desember 2020. Rilis pengungkapan kasus ini didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Akhmad Wira M.H. dan Panit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Ipda Rasyid.

Pengungkapan kasus dugaan uang palsu yang beredar di Samarinda ini setelah jajaran Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang menggagalkan upaya peredaran uang palsu di wilayah hukum Sungai Pinang. Dari pengungkapan kasus itu, polisi menangkap dua orang pelaku berinisial WE dan SA, pada Selasa siang 15 Desember 2020 lalu.

Point of View:  Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 5 Kasus, Total 214

Dalam paparan saat rilis kasus, AKP Rengga Puspo Saputro menyampaikan pengungkapan kasus tersebut terjadi saat Unit Reskrim pada hari Selasa siang, mendapatkan laporan adanya seseorang yang menyebarkan uang palsu di sekitaran Jalan Poros Samarinda-Bontang, RT 05, Kelurahan Sei Siring.

Menanggapi laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang kemudian menangkap tersangka WE di kamar kos di Jalan M. Yamin, Gang 1, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda.

Dari hasil pengembangan kasus WE tidak bekerja sendiri dalam membuat dan mengedarkan uang palsu tersebut. Tersangka WE dibantu SA. Polisi kemudian menangkap SA di rumahnya di Jalan D.I. Panjaitan, Gang Mario, Kelurahan Gunung Lingai.

Point of View:  DPRD Samarinda Ingatkan Aspek Konstruksi Intake Palaran

Dari penangkapan keduanya, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa peralatan pemalsuan uang dan sejumlah uang palsu dan uang hasil kejahatan. Antara lain, 2 buah penggaris, 1 buah cutter, 13 mata pisau cutter, 1 buah gunting, 2 buah tas pinggang, 1 tas hitam, 1 dompet kecil warna coklat dan 1 dompet panjang warna coklat.

“Dari hasil penangkapan kedua orang tersangka, kami dapati barang bukti berupa uang Rp100.000 sebanyak 515 lembar, uang Rp20.000 sebanyak 169 lembar, uang hasil kejahatan Rp167.000,-,” ujar AKP Rengga Puspo Saputro.

AKP Rengga Puspo Saputro juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada akan peredaran uang palsu. Kepolisian juga akan melakukan langkah hukum setelah menerima laporan dari masyarakat jika ada dugaan tindak kejahatan.

Point of View:  Apresiasi Wawali Samarinda Untuk Kampung Safety

“Kami respon cepat laporan dan pengaduan dari masyarakat yang kami terima, Pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Sungai Pinang beserta barang bukti, dan diharapkan warga untuk tidak resah namun tetap mewaspadai aksi serupa, warga masyarakat kami minta untuk segera melaporkan jika menemukan atau mengetahui aksi kejahatan yang ada di masing-masing wilayahnya bermukim,” ujar AKP Rengga Puspo Saputro. (*)