Pemuda di Samarinda Hilang Diduga Usai Loncat ke Sungai Karang Mumus

pemuda di samarinda

Tim SAR melakukan pencarian pemuda yang diduga hilang usai meloncat ke Sungai karang Mumus Samarinda, Kamis 24 November 2022. (Foto: Sur/Klik)

KLIKSAMARINDA – Tim SAR Gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda, serta relawan melakukan pencarian Rizki di area Sungai Karang Mumus.

Rizki yang berusia 24 tahun dikabarkan hilang di Sungai Karang Mumus Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Warga Jalan Hasan Basri, RT 24, Samarinda itu sebelumnya hilang usai nekat menceburkan diri di Sungai Karang Mumus pada Kamis dini hari, 24 November 2022.

Saat itu, Rizki baru saja dijemput oleh pamannya bernama Sumarlan dari tempat kerja.

Pencarian Rizki berlangsung hingga Kamis sore, pukul 16.00 WITA.

Menurut Kanit Samapta Polsek Kawasan Pelabuhan, Iptu Danovan, pihak kepolisian telah memeriksa paman korban, yaitu Sumarlan, sebagai saksi.

Dari keterangan Sumarlan, polisi mengetahui bahwa Sumarlan diminta menjemput korban dari tempat kerjanya oleh rekan korban.

Saat akan menuju ke rumah paman korban, tiba-tiba saja Rizki melomnpat dari motor. Rizki lalu lari ke arah Sungai Karang Mumus.

Rizki pun kemudian menerjunkan diri ke sungai.

“Menerjunkan dirinya ke sungai. Tapi kita masih belum mendapatkan informasi lebih jelasnya. Kami akan mendalami terkait informasi ini. Kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara satu orang (saksi),” ujar Iptu Danovan.

Koordinator Lapangan Basarnas Balikpapan, Andi Irawan mengatakan, Basarnas mendapatkan informasi adanya orang hilang di Sungai Karang Mumus tersebut pada Kamis dini hari.

Tim SAR baru melakukan pencarian Kamis pagi karena kondisi Sungai Karang Mumus berarus cukup deras dan minim penerangan.

Andi Irawan menambahkan, pencarian Rizki dilakukan dengan cara melakukan penyisiran di sekitar lokasi terjunnya korban. Jarak pencarian mencapai radius 1 kilometer.

“Kita lakukan pencarian sesuai rand op dari LKP menuju ke hilir kurang lebih radius 1 kilometer. Korban setelah pulang dari kerja dijemput oleh pamannya mengalami sakit sehingga saat berada di bantaran sungai, korban itu tiba-tiba terjun ke sungai,” ujar Andi Irawan.

Sementara Tim SAR Gabungan terus melakukan pencaian hingga saat ini. Tim SAR gabungan pun telah merencanakan pencarian dengan penyelaman.

Namun rencana penyelaman btal dilakukan karena arus Sungai Karang Mumus yang deras dan jarak pandang yang terbatas. (Sur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com