Advertorial Parlementaria

Pembangunan Jalur Alternatif Untuk Kurangi Kemacetan di Sungai Dama Samarinda Akan Diperjuangkan Dewan

Kemacetan di Jalan Arif Rahman Hakim, Sungai Dama, Samarinda (Foto: Dok)

KLIKSAMARINDA – Selain mengeluhkan infrastruktur jalan yang dirasa tidak merata dan belum maksimal, masalah yang kerap dikeluhkan warga Samarinda ialah kemacetan. Terkhusus kemacetan di Jalan Arif Rahman Hakim, Sungai Dama, Samarinda. Hampir tiap hari, kemacetan panjang terjadi di jalan penghubung ke wilayah Sambutan tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Dapil 1 Samarinda, Suparno turut mengomentari persoalan tersebut. Suparno yang juga Anggota Komisi I DPRD Samarinda itu menyebutkan pihaknya menyoroti persoalan itu usai melakukan reses.

“Memang masalah infrastruktur yang utamanya jalan masih jadi keluhan utama warga. Termasuk juga kemacetan yang sering terjadi di daerah Sungai Dama,” tuturnya ditemui usai Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Samarinda, Jumat, 29 November 2019.

KLIK JUGA:  Alat Kelengkapan DPRD Samarinda Terbentuk, Ini Komposisinya

Selain itu, jalan yang merupakan akses satu-satunya tersebut, lanjutnya, telah lama menjadi persoalan yang hendak diselesaikan. Sebenarnya, lanjut Parno, sapaannya, beberapa pilihan alternatif pernah terungkapkan menyikapi persoalan tersebut. Namun, hingga sekarang ide tersebut belum bisa terealisasi karena terganjal beberapa persoalan.

“Kita untuk membebaskan lahan di kanan-kiri Jalan Arif Rahman Hakim, perlu biaya besar. Itu agak rumit. Ada juga alternatif di tahun 2013. Yakni ususlan jalan layang tembus ke jembatan S dari Gunung Manggah. Hanya saja, hingga sekarang belum pernah dibahas lagi,” beber dia.

Kendati demikian, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menegaskan, pihaknya masih berupaya untuk membukan jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Sambutan ke wilayah Samarinda Utara.

KLIK JUGA:  APBD Perubahan Samarinda 2019 Tunggu Proses Pengesahan

“Itu memang akses satu-satunya. Semoga ke depan ada akses baru terbuka, yang ke Damanhuri,” sebutnya.

Kendati demikian, rencana itu urung terealisasi akibat persoalan pembebasan lahan. Dirinya akan mengupayakan pembangunannya melalui rencana penganggaran. (Adv)