Clicky

Sabtu, 16 Januari 2021

BPK Perwakilan Kaltim Serahkan LHP

KLIKSAMARINDA – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Timur atau Kaltim menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu Semester II Tahun Anggaran 2020. Penyerahan berlangsung di di Ruang Serbaguna BPK Perwakilan Kaltim, Jalan M. Yamin, Samarinda, Jumat 18 Desember 2020.

Kepala BPK Perwakilan Kaltim Dadek Nandemar berpesan pemerintah provinsi untuk terus berupaya keras melakukan peningkatan dalam penanganan Covid-19.

Point of View:  Bocah Meninggal Setelah Tenggelam di Kolam Gerbang Unmul

Seperti pemberian insentif bagi tenaga medis/perawat hingga penanganan pemusalaran agar dikelola dan dikomunikasikan dengan baik.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi, Kepala Inspektorat Wilayah Kaltim M Irfan Pranata, bupati/walikota serta Ketua DPRD provinsi, kabupaten dan kota.

Wagub Hadi Mulyadi mengapresiasi penyerahan LHP BPK tersebut. Menurut Wagub Hadi Mulyadi, apa yang telah dilakukan jajaran BPK Kaltim sudah tepat. Selanjutnya pemerintah daerah terus semangat menjalankan kinerja meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Point of View:  DIPA TKDD Kaltim Tahun 2021 Rp28 Triliun

“Hasil laporan ini Pemprov Kaltim tetap semangat bekerja dengan teliti dan profesional, juga pemerintah kabupaten dan kota. Apalagi dalam kondisi pandemi, harus tetap semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wagub Hadi Mulyadi seperti dirilis Humas Pemprov Kaltim.

Wagub Hadi Mulyadi juga mengucapkan terima kasih kepada BPK RI yang telah memberikan hasil laporan. Artinya, BPK sudah membina pemerintah daerah untuk bekerja dengan baik. Karena, hasil dari laporan ini tentu akan mempengaruhi penilaian opini pengelolaan keuangan daerah.

Point of View:  KMPKT Minta IKN di Kaltim Jangan Dipimpin "Tokoh Impor"

Laporan BPK saat ini lanjutnya, berkenaan pengelolaan keuangan penanganan Covid-19.

“Saran BPK dalam penanganan Covid tentu pemerintah daerah akan ikuti. Misalnya, laboratorium yang masih kurang. Hal ini dianggap kurang karena terjadi lonjakan. Kalau tidak, tentu aman saja. Jadi tidak masalah,” ujar Wagub Hadi Mulyadi. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Content is protected !!