Andi Harun Sebut Peran Keluarga Penting dalam Membangun Budaya Antikorupsi

KLIKSAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan pesan penting dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pencegahan praktik korupsi di lingkungan pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih tidak hanya bertumpu pada pejabat, melainkan juga melibatkan keluarga.
Menurutnya, keluarga pejabat, mulai dari wali kota, camat, hingga lurah, memiliki peran besar dalam membentuk benteng integritas.
“Keluarga-keluarga di lingkungan pemerintah harus menjadi keluarga pencegahan tindak pidana korupsi. Tidak boleh istri wali kota menjadi penyebab, apalagi lalai menyiapkan ruang suaminya sampai bisa tergelincir pada perbuatan KKN. Apalagi menjadi pelakunya,” tegas Andi Harun saat puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 di GOR Segiri Samarinda, Sabtu 20 September 2025.
Ia juga mengingatkan bahwa peran istri kepala daerah sangat strategis, salah satunya melalui organisasi PKK.
“Saya beritahu Ibu Wali Kota, tugasnya cuma satu, yakni sebagai Ketua PKK dengan segala perangkat kerja. Kami harapkan kerjasamanya, jangan sampai masuk ke intervensi yang kebanyakan menjerat wali kota dan pemerintah kota,” tuturnya.
Andi Harun menilai perkembangan zaman menuntut tata kelola pemerintahan yang semakin transparan. Regulasi yang kian ketat menuntut pejabat publik beradaptasi dan menjaga integritas, termasuk dalam lingkungan keluarga.
“Dunia semakin berubah, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik juga semakin berubah. Maka kita harus menjadikan keluarga pejabat negara sebagai keluarga pencegahan korupsi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab individu pejabat, melainkan ekosistem yang melibatkan pasangan dan keluarga inti. Ia pun mengaku bangga terhadap peran PKK yang sejauh ini telah mendukung berbagai program pemerintah kota.
“Pokoknya hari ini, saya dan kami semua di pemerintah kota sangat bangga dengan PKK. Karena mereka mampu menjadi bagian penting dalam membangun budaya antikorupsi sejak lingkungan terkecil, yaitu keluarga,” pungkasnya. (Pia)





