Pemkot Samarinda dan Pertamina Patra Niaga Bahas Pembangunan Fuel Terminal BBM di Palaran

Kliksamarinda.com – Pembahasan rencana pembangunan fuel terminal bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Palaran menjadi agenda dalam pertemuan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama PT Pertamina Patra Niaga di Hotel Fugo Samarinda, Rabu 4 Maret 2026.
Proyek pembangunan fuel terminal BBM Palaran tersebut dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyambut baik kepastian kelanjutan pembangunan terminal BBM tersebut setelah melalui proses yang cukup panjang sejak 2021.
Andi Harun mengingat kembali situasi pada 2021–2022 ketika masyarakat kerap mengeluhkan kelangkaan BBM. Saat itu, distribusi pasokan masih sangat bergantung pada pengiriman dari Balikpapan dan daerah lain di Kalimantan Timur.
“Hari ini kita berdiskusi dengan pihak Patra Niaga terkait rencana pembangunan fuel terminal di Palaran. Saya masih ingat pada 2021–2022, beberapa kali masyarakat menyebut terjadi kelangkaan BBM. Untuk mengoptimalkan kebutuhan dan kuota BBM, khususnya di Samarinda dan sekitarnya, memang diperlukan terminal khusus yang berada di wilayah kota ini,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan fuel terminal di Samarinda akan mengurangi ketergantungan distribusi dari luar daerah dan membuat pasokan BBM lebih terjamin di masa mendatang.
“Dengan adanya fuel terminal di Samarinda, kita tidak lagi hanya mengandalkan pengiriman dari Balikpapan atau daerah lain. Ini penting agar pasokan BBM ke depan semakin baik dan kebutuhan masyarakat bisa lebih terpenuhi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, izin lokasi pembangunan sebenarnya telah ditandatangani sejak 2021. Namun, realisasi proyek tersebut baru mendapat kepastian pada 2026.
“Memang cukup panjang prosesnya, hampir lima tahun. Tapi kita bersyukur akhirnya dipastikan bahwa di Samarinda akan dibangun fuel terminal untuk melayani kebutuhan BBM di kota ini dan sekitarnya,” katanya.
Secara teknis, tahap konstruksi saat ini memasuki fase persiapan. Pembangunan direncanakan dikerjakan oleh PT Elnusa dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua tahun, atau pada awal 2028.
Pemkot Samarinda, lanjut Andi Harun, akan mengawal proses perizinan yang menjadi kewenangan daerah, khususnya terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan site plan. Ia juga memastikan bahwa izin lingkungan telah diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Saya sudah mengumpulkan perangkat daerah terkait, termasuk PUPR, agar proses pembangunan ini mengikuti seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan. Di tingkat kota, fokus kita pada PBG dan site plan, selebihnya tinggal sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, lokasi pembangunan berada di kawasan yang secara tata ruang memang diperuntukkan sebagai kawasan industri dan tidak berada di wilayah permukiman padat. Pemerintah juga melibatkan camat dan lurah setempat dalam proses pendampingan.
Wali Kota Andi Harun berharap dukungan atas proyek pembangunan fuel terminal BBM Palaran dari masyarakat, khususnya warga di Handil Bakti. “Kita berharap dan berdoa, investasi yang dilakukan Patra Niaga di Palaran ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat di masa mendatang, baik dari sisi ketahanan energi maupun dampak ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)
Penulis: Harpiah AM




