KLIKSAMARINDA | Update Covid-19 Kaltim, 3 Orang Positif di Kukar Meninggal Dunia
Fokus News

Update Covid-19 Kaltim, 3 Orang Positif di Kukar Meninggal Dunia

KLIKSAMARINDA – Perkembangan kasus Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) belum menunjukkan tanda-tanda penurunan jumlah kasus positif. Per 1 September 2020, jumlah kasus konfirmasi bertambah sebanyak 60 kasus sehingga total konfirmasi 4.305 kasus.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyampaikan, perkembangan kasus Covid-19 di Kaltim yang terus mengalami peningkatan telah membuat Kaltim masuk ke dalam 10 besar nasional dalam penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia. Menurut Andi Muhammad Ishak, angka positif rate Kaltim meningkat mencapai 23 persen.

Andi Muhammad Ishak

“Artinya adalah angka yang cukup tinggi jauh di atas batas yang sebenarnya yang disyaratkan apabila kita ingin melakukan pelonggaran atau aktivitas seperti biasanya,” ujar Andi Muhammad Ishak saat menyampaikan rilis harian perkembangan kasus Covid-19 Kaltim melalui aplikasi Zoom, Selasa 1 September 2020.

Ada pun kasus konfirmasi positif Covid-19 per 1 September 2020 sebanyak 60 kasus, berasal dari Kutai Kartanegara 11 kasus, Kutai Timur 1 kasus, Mahakam Ulu 3 kasus, Balikpapan 1 kasus, Bontang 1 kasus, Samarinda 43 kasus.

Selain menyampaikan penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19, Andi Muhammad Ishak juga membeber penambahan jumlah kasus sembuh. Menurut Andi Muhammad Ishak, tingkat kesembuhan pasien di Kaltim cenderung semakin menurun karena seiring dengan peningkatan kasus terkonfirmasi positif lebih tinggi daripada jumlah yang sembuh.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim mencatat jumlah kasus sembuh per 1 September 2020 sebanyak 17 kasus. Kasus sembuh tersebut berasal dari Kutai Kartanegara 3 kasus, Kutai Timur 1 kasus, Mahakam Ulu 4 kasus, dan Samarinda 9 kasus.

“Angka kesembuhan Kaltim semakin menurun yang semula di atas 70 persen sekarang tingkat kesembuhannya tinggal 56 persen dari kasus yang terkonfirmasi,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Angka kasus kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim, imbuh Andi Muhammad Ishak juga mengalami peningkatan. Data menunjukkan case fatality rate kasus Covid-19 di Kaltim berada pada angka 3,8 persen dengan total kasus kematian per 1 September 2020 mencapai 164 kasus.

“Jumlah yang meninggal bertambah. Per 1 September 2020, terjadi penambahan 3 kasus kematian yang terjadi di Kutai Kartanegara,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Tiga kasus kematian per 1 September 2020 dari Kutai Kartanegara antara lain:
1) KKR 484 (Laki-laki 30 tahun) warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada 31 Agustus 2020 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Kasus dilaporkan meninggal pada tanggal 31 Agustus 2020 dari RSUD Dayaku Raja Kota Bangun, pemakaman dan pemulasaran sesuai protokol Covid-19.
2) KKR 500 (Laki-laki 55 tahun) warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Kasus dilaporkan meninggal pada tanggal 29 Agustus 2020 dari RSUD AM Pariketit Tenggarong dan terkonfirmasi Covid-19 pada 30 Agustus 2020, pemakaman dan pemulasaran sesuai protocol Covid-19.
3) KKR 533 (Wanita 62 tahun) warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada 30 Agustus 2020 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Kasus dilaporkan meninggal pada tanggal 31 Agustus 2020 dariRSUD AM Parikesi t, pemakaman dan pemulasaran sesuai protocol Covid-19.

Untuk kasus discarded/suspek negatif bertambah 46 kasus sehingga total kasus negatif berjumlah 14.053 kasus. Sementara kasus probable Covid-19 berjumlah 20 kasus dan proses 1.041 kasus dan dirawat 1.734 kasus.

Andi Muhammad Ishak berharap agar masyarakat dapat patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan, terutama menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan selalu menggunakan masker ketika bepergian ke luar rumah.

“Kaltim cukup beresiko terlalu besar apabila Kaltim melakukan pelonggaran untuk melakukan pergerakan perekonomian tanpa diiringi dengan kepatuhan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Andi Muhammad Ishak. (*)

DMCA.com Protection Status