Samarinda Cultural Festival 2025 Bakal Padukan Budaya dan Warisan Tradisi Lokal

KLIKSAMARINDA – Samarinda Cultural Festival (SCF) 2025 kembali hadir dengan semangat baru. Festival tahunan ini digelar pada 22-27 Juli 2025 di Rumah Adat Budaya Daerah, Jalan Kadrie Oening No. 8, Kelurahan Air Hitam, Samarinda. SCF 2025 mengusung tema “Peran Kearifan Kebudayaan Lokal dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat.”
Berbeda dari tahun sebelumnya, SCF kali ini tidak hanya menampilkan pertunjukan budaya, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai lokal dalam membangun ketahanan pangan masyarakat.
Enam Hari Sajian Budaya dan Kearifan Lokal
Hari pertama festival, 22 Juli 2025 dimulai dengan workshop teater tradisional dan pameran budaya. Kegiatan ini menghadirkan arsip, lukisan, buku, dan koleksi benda pusaka dari berbagai lembaga adat dan sekolah.
Pada hari kedua, 23 Juli 2025, suasana semakin meriah dengan lomba permainan rakyat dan olahraga tradisional untuk pelajar SMP dan sederajat. Lomba ini menjadi ajang edukasi budaya sekaligus hiburan bagi generasi muda.
Hari ketiga menjadi puncak pembukaan SCF 2025. Gelar budaya Banjar oleh komunitas Laung Kuning dan pertunjukan Tari Hudoq dari Keluarga Kerukunan Medang menjadi penanda resmi dimulainya festival, 24 Juli 2025.
Pada hari keempat, 25 Juli 2025, panggung budaya diisi oleh Teater Tradisional SANDIMA, penampilan Barongsai, serta penyerahan hadiah lomba. Rangkaian ini membuktikan bahwa seni budaya lokal tetap eksis dan menghibur.
Hari kelima, 26 Juli 2025, menghadirkan nuansa keberagaman dengan penampilan Budaya Adat Karo oleh HMKI, ragam budaya Kalimantan oleh RBK, serta kesenian dari warga Sunda Samarinda.
Puncaknya, Minggu 27 Juli 2025, diwarnai peluncuran muatan lokal (Mulok) Bahasa Kutai dan tradisi syukuran panen oleh IMASKAB. Acara ditutup dengan pertunjukan budaya Kutai dari LBAK serta sajian kuliner tradisional khas daerah.
Merawat Warisan, Membangun Ketahanan
Barlin Hady Kesuma, Ketua Panitia Samarinda Cultural Festival 2025 menegaskan bahwa SCF 2025 bertujuan menjaga keberagaman budaya Samarinda agar terus lestari.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak mengenali kembali identitas budaya yang selama ini menjadi fondasi kehidupan sosial. Lebih dari sekadar hiburan, SCF menjadi ruang interaksi budaya yang hidup dan edukatif.
Festival ini juga mendorong kearifan lokal sebagai kekuatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal yang ada di Samarinda,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat 18 Juli 2025.
Gelaran Samarinda Cultural Festival 2025 ini terbuka untuk umum dan menjadi kesempatan emas mengenal kekayaan budaya Kalimantan Timur. (*)




