Warta

Presiden Prabowo Resmikan SPPG Polri Perkuat MBG, Dapur Bhayangkari Samarinda Produksi 2.554 Porsi per Hari

KLIKSAMARINDA – Komitmen mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat secara nasional. Presiden Prabowo Subianto meresmikan dan melakukan groundbreaking Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta gedung ketahanan pangan secara serentak di seluruh Indonesia, Jumat 13 Februari 2026.

Secara nasional, tercatat sekitar 1.179 SPPG Polri telah beroperasi untuk menopang distribusi makanan bergizi bagi masyarakat. Program ini ditujukan bagi pelajar serta kelompok rentan, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Di Kota Samarinda, SPPG yang berlokasi di Jalan Bhayangkara dan dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polresta Samarinda menjadi salah satu dapur layanan gizi yang sudah berjalan aktif. Fasilitas ini bahkan telah beroperasi sekitar tiga bulan terakhir.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, menyebut dapur SPPG Bhayangkari memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari kerja.

“Hari ini kita baru saja melaksanakan launching SPPG Polri secara nasional oleh Bapak Presiden. Untuk di Samarinda, SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari ini sudah beroperasional kurang lebih tiga bulan,” ujarnya.

Menurutnya, produksi MBG dilakukan rutin setiap Senin hingga Jumat dengan jumlah sekitar 2.554 porsi per hari. Sasaran penerima manfaat mencakup siswa sekolah serta kelompok 3B posyandu, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di tiga kelurahan terdekat.

“Manfaatnya sangat dirasakan oleh anak-anak sekolah, juga ibu hamil dan kebutuhan di posyandu,” katanya.

Di tengah sorotan kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), jajaran Polresta Samarinda menegaskan pengawasan mutu pangan dilakukan ketat. Seluruh proses, mulai dari pembelian bahan baku, penyimpanan, pencucian, pengolahan hingga distribusi disebut mengikuti standar operasional prosedur dan kaidah higienitas.

Pengawasan melibatkan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polri serta fungsi pengawasan internal Propam. Kontrol dilakukan setiap hari untuk memastikan keamanan pangan tetap terjaga.

“Kami selalu mengingatkan seluruh perangkat SPPG, mulai kepala SPPG, ahli gizi hingga petugas, untuk memperhatikan kehigienisan dan kelayakan makanan. Semua dilaksanakan sesuai standar Badan Gizi Nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun menilai dapur SPPG bukan sekadar fasilitas memasak, melainkan infrastruktur strategis pembangunan sumber daya manusia (SDM). Ia menekankan peran SPPG dalam penguatan gizi anak, penurunan stunting, serta pemberdayaan ekonomi lokal.

“Dapur SPPG adalah bagian penting untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Karena itu, standar kebersihan, higienitas, quality control bahan baku hingga penyajian, penggunaan APD, serta ketepatan distribusi harus dijalankan secara disiplin,” ujarnya.

Ia berharap program MBG melalui SPPG Polri dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang anak sekolah serta kelompok rentan di Samarinda. (*)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker