Pemkot Samarinda Ambil Langkah Responsif Atasi Kelangkaan Minyak Goreng

KLIKSAMARINDA – Mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi di kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dalam beberapa hari belakangan, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengambil keputusan tegas.

Wali Kota Andi Harun langsung memerintahkan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDPU) untuk mendistribusikan minyak goreng langsung ke seluruh kelurahan di kota Samarinda.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, Pemkot Samarinda telah mendatangkan 222.222 ribu liter minyak goreng curah dari Balikpapan. Rencananya, minyak goreng curah ini akan didistribusikan di 59 kelurahan untuk mangatasi kelangkaan minyak goreng dipasaran.

Marnabas Patiroy menambahkan, setiap kelurahan telah disediakan setidaknya 2 tandon untuk penyimpanan stok minyak goreng serta perlengkapan lainnya.

“Jika sudah diisi tandon yang ada itu, baru akan diumumkan ke masyarakat. Kalau sempat besok distribusi, kalau tidak terpaksa kita mulai Sabtu,” ujar Marnabas Patiroy di kantor walikota Samarinda Kamis 10 Maret 2022.

Terkait teknis pendistribusian Pemkot Samarinda tidak akan melakukan secara serentak di seluruh kelurahan. Distribusi minyak goreng akan berlangsung secara bergilir.

Marnabas Patiroy menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan minyak goreng curah. Pasalnya, cadangan minyak gorenga curah berjumlah 222.222 ribu liter tersebut belum mencukupi.

Namun Pemkot Samarinda akan mencarikan dana di luar APBD untuk membeli tambahan stok minyak goreng.

Selain itu, Pemkot Samarinda juga akan membatasi warga hanya yang membeli maksimal 5 liter minyak goreng.

Marnabas menambahkan, titik pendistribusian akan diatur oleh tiap kelurahan agar tidak terjadi kerumunan atau panic buying. Tiap warga yang mengantre juga akan mendapatkan kupon.

Pendistribusian tersebut akan dibantu oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga.

“Minyak sudah ready sebulan lalu semuanya ada sudah ada kita berharap minyak itu dalam bentuk packing sehingga mudah mendistribusikannya,” ujar Marnabas Patiroy.

Saat ini jika dipacking dalam sehari bisa 5000 pack. Namun, harganya naik ditambah ongkos packing.

“Jika packing biasa tanpa brand dibandrol harga Rp11,500 dan jika pakai brand Rp12,500,” ujar Marnabas.

Wali Kota Andi Harun dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa dengan munculnya kerumunan warga yang antre minyak goreng di minimarket membuat kerumunan masa yang sangat besar.

Wali Kota Andi Harun khawatir ke depan akan menimbulkan kerumunan masa apabila pihak swalayan menyediakan stok minyak goreng.

“Melihat kondisi Covid 19 yang masih belum reda, kami akan distribusikan minyak goreng curah tersebut langsung ke kelurahan. Untuk mengantisipasi kecurangan kami sistem kupon dan menyertakan kartu keluarga, dan akan bekerjasama dengan TNI Polri dalam penjagaan proses distribusinya,” ujar Wali Kota Andi Harun. (Pia/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status