Pemkot Samarinda Akan Sterilkan Aktivitas Kawasan Tepian Mahakam

tepian mahakam samarinda

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, usai penyerahan bantuan Pro Bebaya di Pasar Citra Niaga Samarinda, Kamis 22 September 2022.

KLIKSAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan daerah Tepian Mahakam merupakan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dalam aturan, RTH tidak dibolehkan adanya aktivitas, seperti aktivitas perdagangan di sana atau tempat PKL untuk berjualan.

Menurut Wali Kota Andi Harun, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan kembali menutup Tepian Mahakam yang berada di Jalan Gadjah Mada. Hal ini berdasarkan Surat Pemberitahuan Sekretariat Daerah Kota Samarinda Nomor 660/2916/012.02 yang dikeluarkan 19 September 2022.

Surat tersebut menjadi tindak lanjut rapat pada 7 September 2022 dipimpin Wali Kota Samarinda. Rapat tersebut membahas tindak lanjut jukir liar, pungli, dan premanisme di Kawasan Tepian Mahakam, serta mengembalikan fungsi RTH karena kondisi saat ini yang sudah tidak terkendali.

“Selain RTH, pihak kepolisian telah menetapkan kawasan tersebut zero tolerancy,” kata Andi Harun ditemui di Kompleks Citra Niaga Kamis, 22 September 2022.

Wali Kota Andi Harun juga menilai Asosiasi Pedagang Tepian Mahakam tidak konsisten dari awal.

Inkonsistensi itu antara lain, pertambahan rombong yang tidak mampu dikendalikan, parkir pada akhir pekan semrawut dan berlapis-lapis, hingga kegiatan pungli dan jukir liar.

“Dengan berat hati, karena situasinya tidak mampu dikendalikan, akhirnya kita mengambil keputusan. Apalagi kita juga telah menetapkan perencanaan penataan Tepian Mahakam,” ujar Wali Kota Andi Harun.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan, menyatakan, dirinya telah menandatangani Surat Pemberitahuan kepada PKL yang berjualan di Tepian Sungai Mahakam.

“Tapi memang saya ada tanda tangan Surat Pemberitahuan itu. Untuk pemberitahuan sosialisasi menindak lanjut hasil rapat,” ujar Hero Mardanus Satyawan.

Hero Mardanus Satyawan juga mengatakan, Pemkot Samarinda telah menyampaikan imbauan kepada para pedagang. Setelah itu, Pemkot Samarinda akan melakukan penertiban kawasan Tepian Mahakam.

Penertiban kawasan Tepian Mahakam Samarinda akan dipimpin oleh Satpol PP. Menurut Hero Mardanus Satyawan, sebenarnya surat itu seharusnya sudah disosialisasikan Satpol PP.

“Harapannya semua kawasan Tepian Mahakam steril dari pedagang dan kembali menjadi jalur hijau,” ujar Hero Mardanus Satyawan.

Pemkot Samarinda melalui aparat terkait berencana melakukan penertiban kawasan Tepian Mahakam Samarinda pada 3 Oktober 2022 pukul 06.00 Wita. Penertiban akan dilakukan jika ditemukan pedagang yang masih beraktivitas di kawasan tersebut.

Di lain pihak, pedagang yang berjualan di kawasan Tepian Mahakam menyayangkan keputusan tersebut. Bagi penjual gado-gado Sumiana, misalnya, dirinya semakin kebingungan dengan kebijakan Pemkot Samarinda tersebut.

“Ya, saya bingung juga. Gara-gara apa? Udah dilihat udah bagus, sudah disiplin, udah bersih. Nggak tau saya mau gimana lagi, bingung,” ujar Sumiana, Kamis 22 September 2022.

Sumiana berharap keputusan Pemkot Samarinda menutup kawasan Tepian Mahakam dibarengi lokasi alternatif agar dirinya dan PKL lainnya bisa berjualan kembali dengan aman.

“Kalaunya memang disuruh pergi dari sini, carikanlah tempat. Jangan langsung digusur. Ini orang mau cari makan gimana ini? Nanti, kalau di pinggir jalan, lari-lari nanti dikejar lagi. Harusnya kan ngusir gini ada tempatnya gitu,” ujar Sumiana.

Sumiana mengaku dalam beberapa bulan terakhir terlihat pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan atau di atas trotoar.

Bahkan, banyak PKL yang berjualan di waktu yang tidak sesuai kesepakatan, yakni, di atas pukul 10.00 WITA malam. (Pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status