Oki Setiana Dewi

Oki Setiana Dewi bersama ibunda dan adik-adiknya setelah meraih gelar doktor yang kedua. (Foto: Ist)

Opini: Rizal Effendi 

Pendakwah cantik dan cerdas, Dr Dr Hj Oki Setiana Dewi, S.Hum, M.Pd safari dakwah di Balikpapan, Rabu 16 November 2022 lalu. Salah satunya dia mengisi ceramah di Masjid Agung At Taqwa selepas dzuhur. Kebetulan saya menjadi ketua umum di sana. Banyak jamaah wanita ingin melihat langsung wajah ibu empat anak itu.

Saya sengaja menulis gelar Oki lengkap. Malah doktornya saya cantumkan berulang. Bukan salah, tapi Oki, yang dikenal juga sebagai penulis dan pemeran film itu, memang meraih gelar S3 di dua perguruan tinggi.

Tidak gampang dan jarang orang lain bisa mencapainya. Doktor pertama diraih Oki tahun 2020 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Ia mengambil program Pengkajian Islam Konsentrasi Komunikasi dan Dakwah. Doktor kedua baru saja dicapainya, 1 November lalu di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta.

“Alhamdulillah akhirnya bisa juga saya selesaikan,” kata Oki lega setelah satu setengah jam disertasinya berjudul “Pendidikan Moderasi Agama dalam Keluarga Berbasis Al Quran,” diuji oleh tim guru besar. Ia mengaku sempat tegang. “Ya mual, sakit perut, seperti itu,” katanya jujur.

Menurut Rektor PTIQ Prof Nasaruddin Umar, Oki lulus dengan nilai sangat baik. Dia meraih IPK 3,66 dan dinyatakan lulus dengan predikat cum laude. “Sangat baik kalau dia berkenan jadi dosen,” kata Nasaruddin, yang dikenal juga sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dan pernah menjadi Wakil Menteri Agama.

Oki sendiri mengaku tertarik dengan tawaran itu. “Sebenarnya sudah terpikir beberapa tahun lalu. Soalnya saya suka belajar dan bertemu guru-guru besar, tapi karena kesibukan yang cukup padat, sehingga rencana itu masih tertunda,” akunya.

Malah semangat menuntut ilmunya masih berkobar. Ia masih ingin belajar lagi ke Timur Tengah dengan alasan masih banyak yang belum diketahuinya. “Sampai hari ini masih kepikiran ke Mesir, tapi wallahua’lam,” katanya.

Setelah lulus S1 Jurusan Sastra Belanda di Universitas Indonesia (UI), Oki sempat tinggal di Rumah Quran Darut Tarbiyah Depok untuk belajar menghapal Al Quran dan memperdalam Bahasa Arab sebagai mustami selama satu bulan di Lembaga Bahasa Universitas Ummul Quro, Makkah. Dia menyelesaikan S2-nya di Universitas Negeri Jakarta mengambil jurusan pendidikan anak usia dini. Dia juga mendapat beasiswa mempelajari kajian Islam di Australia dan Jerman.

Ibu empat anak hasil perkawinannya dengan Ory Vitrio S.Kom ini dikenal juga sebagai penulis buku dan artis film. Sudah 7 buku ditulisnya. Mulai berjudul Melukis Pelangi, Cahaya di Atas Cahaya, Sejuta Pelangi, Hijab I’m in Love, Dekapan Kematian, Hidup Damai di Negeri Multikultur sampai Sebentang Kearifan dari Barat.

Oki mulai dikenal ketika pada tahun 2008 dia terpilih menjadi bintang utama film “Ketika Cinta Bertasbih,” yang diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy. Film itu memecahkan rekor penonton di atas dua juta orang.

Permainannya diakui sangat berkesan. Dalam ajang Indonesia Movie Award 2010, dia memboyong dua penghargaan sebagai Aktris Pendatang Baru Wanita Terbaik dan Aktris Pendatang Baru Wanita Terfavorit.

Dia dilahirkan di Batam, 13 Januari 1989. Baru dua bulan lagi usianya mencapai 34 tahun. Masih muda sekali. Salah satu adik kandungnya, artis Ria Ricis alias Ria Juwita. “Saya sering titip anak ke Ria kalau lagi belajar dan kuliah,” katanya.

Oki sempat menjadi penceramah di Trans TV dalam program Islam itu Indah. Dia juga berdakwah ke mana-mana. Tidak saja di berbagai daerah, tapi juga merambah sampai ke Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Lalu bersama teman-temannya mendirikan Yayasan Maskanul Huffadz, yang berpusat di Bintaro, Tangerang Selatan. Oki dengan ikhlas mengurusi anak-anak Indonesia, yang ditempatkan di 8 cabang Maskanul Huffadz yang memberikan beasiswa penuh selama satu tahun untuk menghafal Alquran.

Heboh Soal KDRT

Menurut Oki, perempuan harus mengembangkan dirinya semaksimal mungkin. Dia selalu teringat pesan almarhum ayahnya, Suliyanto. “Perempuan harus tangguh, berani hadapi masalah, dan totalitas,” begitu pesan sang ayah kepada dia.

Sebagai pendakwah, Oki banyak mendapat pengalaman termasuk ketika ceramahnya tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi polemik. Ia menceritakan ada seorang istri yang dipukul suaminya. Dia menangis. Ketika ditanya ibunya, si istri berbohong dan mengatakan ia menangis karena rindu dengan sang ibu.

Sang suami luluh melihat sikap istrinya sehingga dia mengubah sikapnya yang kasar. “Jadi ngga perlulah cerita-cerita yang sekiranya membuat kita menjelek-jelekkan pasangan kita sendiri. Apalagi perempuan suka lebay dan melebih-lebihkan,” begitu pesan Oki dalam ceramahnya.

Banyak pihak mengkritik Oki termasuk Komnas Perempuan karena dia dianggap menormalkan KDRT. Padahal KDRT ada hukuman pidananya. “Komnas Perempuan menyesalkan ceramah Oki,” kata komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah saat itu.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Luluk Nur Hamida juga menyayangkan ceramah Oki. “KDRT bukan aib, jadi kita harus mendukung keberanian korban melaporkan,” ucapnya.

Oki berjiwa besar. ”Terima kasih atas perhatian dan kasih sayangnya. Tentu saya sangat menolak kekerasan dalam rumah tangga. Mohon maaf lahir dan batin atas kesalahan dalam menyampaikan dan semoga Allah mengampuni saya dalam setiap kesalahan-kesalahan saya,” katanya dengan rendah hati.

Di depan ibu-ibu Majelis Taklim At Taqwa Balikpapan, Oki menguraikan soal pengelolaan emosi, yang menjadi penyejuk hati. Dia mengajak ibu-ibu melatih kesabaran termasuk kepada suami karena hal itu dianjurkan oleh Islam. “Rasulullah memberi teladan kepada kita, bagaimana beliau bisa bersabar dan menahan diri ketika mendapat perlakuan dari kaum yang menentang ajarannya,” kata Oki.

Dalam kesempatan itu, Oki juga melakukan penghimpunan dana untuk pengembangan  yayasan yang dipimpinnya. Ia juga menghadiahkan buku kumpulan cerita anak-anak yang diasuhnya, yang berhasil menjadi penghapal Al Quran.

Hampir seribu lebih jamaah wanita hadir. Di antaranya Bunda Hj Kasriyah dan Bunda Arita, Ketua Srikandi Yuli Shinta dan Ustazah Hj Rabiatul Adawiyah. Juga anggota Majelis Taklim At Taqwa yang diketuai Siti Karomah, S.Ag. Selain di At Taqwa, dia juga berceramah di beberapa masjid lainnya, termasuk di Masjid Madinatul Iman Islamic Center Balikpapan, Masjid As Salam Wika, dan Masjid Al Ula Kampung Baru.

Seorang jamaah yang hadir di At Taqwa sempat berkomentar di depan saya. Dia bilang mendengarkan dakwah Ustazah Hj Oki, seperti Balikpapan Lagi Bertasbih. Penuh kerinduan kepada Al Halik. Mahabenar Allah dengan firman-Nya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com