DPRD Kaltim

Mimi Meriami Harap Keterwakilan Perempuan di DPRD Kaltim Bisa 30 Persen

KLIKSAMARINDA – Langkah strategis untuk meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan politik perlu terus dilakukan. Antara lain, melalui Keikutsertaan perempuan dalam keterwakilan di legislatif.

Keterwakilan perempuan di lembaga perwakilan rakyat menjadi sorotan anggota DPRD Kaltim, Mimi Meriami BR Pane. Saat ini, menurut Mimi Meriami, di DPRD Kaltim keterwakilan perempuan dalam parlemen sudah mencapai 20 persen atau sekitar 11 Legislator perempuan.

Dalam rentang 3 periode, yaitu dari 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024, keterwakilan perempuan di DPRD Kaltim fluktuatif dengan rata-rata mencapai 15,5 persen di DPRD Kaltim.

Padahal, jika membandingkan dari jumlah penduduk Kaltim hingga 2022, keterwakilan politik laki-laki dan perempuan dalam posisi yang seimbang. Jumlah laki-laki sebanyak 1.961.634 jiwa atau 52,09 persen dan perempuan sebanyak 1.804.405 jiwa atau 47,90 persen.

Mimi Meriami menyatakan angka keterwakilan perempuan dalam kancah politik di legislatif itu masih perlu ditingkatkan.

“Keterwakilan perempuan di legislatif baru 20 persen. Targetnya bisa mencapai 30 persen diharapkan bertambah di pemilu mendatang,” ujar Mimi Meriami dalam sebuah dialog, 9 Januari 2023.

Namun, menuju pencapaian tersebut, politikus Partaai Persatuan Pembangunan ini menekankan pentingnya faktor kemandirian dan peningkatan kapasitas bagi perempuan agar lebih berdaya dan bisa memperjuangkan kepentingan perempuan di kancah politik, khususnya di Kaltim.

“Itu bisa dimulai dari para perempuan itu sendiri dengan meningkatkan kepercayaan diri dan membangun relasi politik. Perempuan harus mandiri dan saling mendukung. Kita juga harus mendorong pemerintah untuk turut memberikan kesempatan bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitasnya,” ujar Mimi.

Mimi juga memandang penting bagi seluruh perempuan untuk saling mendukung, saling memotivasi, dan saling menginspirasi dalam politik.

Terutama untuk memperoleh kesempatan yang sama untuk aktif secara politik dan membuat berbagai keputusan serta kebijakan agar lebih berpihak dan inklusif untuk mencapai pembangunan yang lebih baik.

“Peran perempuan dalam politik sangat penting karena politik berhubungan dengan pengambilan keputusan. Kita mengharapkan peran perempuan dalam politik dapat lebih diprioritaskan,” ujar Mimi.

Mimi juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim yang terus mengeluarkan program pemberdayaan perempuan.

Selain itu, posisi-posisi strategis di ranah Eksekutif Pemprov Kaltim juga telah diisi perempuan, mulai dari Sekretaris Daerah Provinsi hingga sejumlah kepala dinas.

“Kondisi tersebut memberikan harapan bahwa perempuan bisa lebih berdaya di Kaltim, terutama dalam menyongsong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depan,” tandas Mimi.

Secara umum, seluruh pihak masih perlu memberikan perhatian dan upaya lebih dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan di Kaltim.

Mimi Meriami menyatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim nomor 3 se-Indonesia, khusus perempuan masih di bawah laki-laki.

“Apalagi indeks pemberdayaan gender nomor 3 dari bawah. Itu PR besar bagi seluruh pihak,” ujar Mimi. (Dya/Adv/DPRDKaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *