Karantina Samarinda Perketat Pengawasan Bongkar Muat Sapi di Pelabuhan

sapi samarinda

KLIKSAMARINDA – Momentum Hari Raya Iduladha 1433 Hijriyah 2022 semakin dekat. Mendekati Iduladha tersebut, di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), terjadi eskalasi pemasukan sapi.

Karantina Pertanian Samarinda mencatat, hingga akhir Mei 2022, ada 9.759 ekor sapi telah masuk ke Samarinda. Jumlah total ternak sapi yang masuk ke Samarinda itu berasal dari Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Wirawan Budi Utomo, sapi-sapi tersebut telah menjalani uji karantina selama 14 hari di daerah asal. Sapi-sapi tersebut juga telah menjalani uji laboratorium untuk memastikan bahwa hewan sehat dan tidak tertular HPHK.

Tak hanya itu, Karantina Pertanian juga turut mengawasi perlakukan pengiriman terhadap hewan. Perlakuan terhadap hewan, menurut Wirawan Budi Utomo, harus sesuai dengan kaidah kesejahteraan hewan (kesrawan).

“Selama proses pengiriman dari daerah asal hingga ke daerah tujuan, hewan harus diperlakukan sesuai dengan kaidah kesrawan. Tidak hanya kondisi alat angkut namun peralatan bongkar muat harus memenuhi kesrawan,” ujar Wirawan Budi Utomo melalui keterangan pada Jumat 24 Juni 2022.

Wirawan Budi Utomo menerangkan, hal tersebut menjadi penting sebab sapi yang akan disembelih untuk qurban harus memenuhi syarat. Syarat itu antara lain sehat dan tidak memiliki kecacatan sehingga qurban dapat dilaksanakan sesuai syariat Islam.

Karena itu, Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Pusat Kepatuhan dan Kerjasama Informasi Perkarantinaan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bersama-sama meninjau proses bongkar muat sapi pada KM Nadelyn K di Pelabuhan Sungai Samarinda.

Sapi sejumlah 478 ekor dari Nusa Tenggara Timur ini sandar di Samarinda pada Rabu, 22 Juni 2022. Kemudian proses berlanjut dengan proses bongkar muat sapi hingga Kamis, 23 Juni 2022.

‚ÄúPemasukan sapi merupakan hal rutin di Samarinda mengingat pasokan daging sapi lokal belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur,” ujar Wirawan Budi Utomo.

Wirawan Budi Utomo menegaskn proses pemasukan sapi dan bongkar muat ini harus tetap memegang lima prinsip kesejahteraan hewan.

Berikut ini 5 prinsip kesejahteraan hewan.

1. Bebas dari rasa lapar dan haus,
2. Bebas dari rasa tidak nyaman,
3. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit,
4. Bebas dari rasa takut dan stress
5. Bebas untuk mengekspresikan tingkah-laku alami.

“Karantina Pertanian Samarinda selalu memastikan lima prinsip ini dilakukan agar hewan ternak tetap sehat dan aman untuk dikonsumsi,” ujar Wirawan Budi Utomo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status