Minggu, 7 Maret 2021 19:49:35

Cawawali Balikpapan Thohari Aziz Meninggal Dunia

KLIKSAMARINDA – Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Balikpapan, Thohari Aziz meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona (Covid-19) di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), Rabu 27 Januari 2021 sekitar pukul 17.30 WITA.

Jenazah Almarhum Thohari Aziz dikebumikan sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19, yang akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Terpadu Kilometer 15, Balikpapan Utara, Ba’da Isya.

Pelepasan jenazah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Balikpapan ini di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) berlangsung khidmat dipimpin Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi disaksikan istri dan kedua anak almarhum.

Tak hanya itu, sejumlah pejabat juga tampak hadir melepas kepergian mantan Wakil Ketua DPRD Balikpapan ini ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Terpadu Km 15 Karang Joang, Balikpapan Utara. ⠀

Para pejabat yang hadir dalam kegiatan ini diantaranya Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle dan Subari, Dandim 0905 Balikpapan, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud, serta puluhan anggota DPRD Balikpapan, staf DPRD Balikpapan serta lainnya. Hadir pula istri Wali Kota Balikpapan Hj. Arita Rizal Effendi dan istri Wakil Wali Kota Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud.⠀

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle dalam sambutannya mengatakan, Balikpapan telah kehilangan orang terbaik yang akan memimpin Kota Balikpapan 5 tahun ke depan, yakni Thohari Aziz yang terpilih sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan pada Pilkada Balikpapan 9 Desember 2020 lalu.⠀

Sosok Thohari Aziz merupakan orang yang baik, gigih dan tidak mengenal lelah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Balikpapan,” kata Sabaruddin Panrecalle.⠀

Selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Balikpapan, tambah Sabaruddin, almarhum dikenal sangat dekat dengan anggota DPRD Balikpapan, termasuk unsur pimpinan dan staf sekretariat di DPRD Balikpapan.⠀

“Sebagai teman, sahabat serta saudara, kami sangat kehilangan sekali. Semoga almarhum Husnul Khotimah dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucap Sabaruddin.⠀

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, Kota Balikpapan baru saja kehilangan orang yang baik, orang yang gigih berjuang untuk kepentingan masyarakat Balikpapan. Berpulangnya almarhum, tentu meninggalkan kesedihan yang luar biasa.⠀

“Kita baru saja kehilangan orang yang baik, orang yang kita cintai dan kita banggakan. Namun, rahasia Allah SWT tidak bisa diperkirakan. Kita hanya bisa mengucapkan Innaillaihi Wa Innaillaihi Rojiun,” kata Rizal dalam sambutannya sesaat sebelum pelepasan jenazah⠀

Sebelum upacara pelepasan jenazah, dilaksanakan sholat jenazah yang dipimpin langsung anak pertama almarhum, Revo, dihadiri istri almarhum, Risti Utami Dewi serta lainnya.

“Masyarakat Kota Balikpapan telah kehilangan salah satu tokoh sekaligus putra terbaik Kota Balikpapan, Saya selaku Wali Kota Balikpapan atas nama pribadi, masyarakat dan pemerintah Kota Balikpapan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga besar Bapak Thohari Aziz. Mari kita sama-sama doakan semoga almarhum berada di tempat terbaik, dan semoga amal ibadahnya di terima Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran. Mari sama-sama kita doakan semoga beliau berpulang dalam keadaan husnul khotimah,” ujar Rizal Effendi.

Direktur Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, dr. M. N. Khairuddin Sp.B menjelaskan sekilas riwayat singkat perjalanan medis Almarhum Thohazi Aziz saat menjalani perawatan di RSPB.

“Pada tanggal 15 Januari 2020, beliau masuk Rumah Sakit dengan keluhan demam, nyeri telan dan batuk dengan saturasi pernapasan yang baik sebesar 97%. Di tanggal yang sama setelah melakukan Swap PCR test, dinyatakan beliau terkonfirmasi Covid-19. Selama delapan hari menjalani perawatan, kondisi beliau masih stabil,” ujar dr. M. N. Khairuddin Sp.B.

Pada tanggal 22 malam, beliau mengeluh sesak nafas, dan ditindaklanjuti dengan memeriksa saturasi pernafasan dengan hasilnya hanya 94-95%, dengan turunnya saturasi pernafasan maka beliau ditindaklanjuti ke ruang ICU.

“Pada saat di ruang ICU, kondisi beliau cendrung turun naik, alat bantu pernafasan sudah di gunakan termasuk injeksi stem cell, akan tetapi Allah berhendak lain, dan beliau telah tenang di sisi-Nya,” ujar dr. M. N. Khairuddin Sp.B. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Terima kasih telah membaca kliksamarinda.com