Clicky

Pemkot Samarinda Targetkan Zero Stunting

Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, ketika membuka Rembuk Stunting, Kamis 30 September 2021.

KLIKSAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, hadir membuka Rembuk Stunting, Kamis 30 September 2021. Rembuk berlangsung di Ruang Rapat Utama Balai Kota Lantai II Samarinda.

Rembuk Stunting yang digelar oleh Bappeda Samarinda tersebut mengangkat tema Aksi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kota Samarinda.

Dalam paparannya, Wawali Rusmadi menyatakan, rembuk Stunting 2021 memiliki arti yang sangat penting dan strategis. Terutama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam upaya mewujudkan kota pusat peradaban.

“Karena salah satu misi dari upaya kita untuk mewujudkan visi Samarinda sebagai kota pusat peradaban adalah mewujudkan warga kota yang religius, unggul, dan berbudaya,” ujar Wawali Rusmadi.

Wawali Rusmadi juga berharap rembuk bukan sekadar rutinitas, tapi sebagai wadah mencari strategi percepatan penurunan prevalensi stunting. Pada tahun 2020 sendiri, di Samarinda terdapat 893 kasus balita usia 0-59 bulan yang mengalami kekurangan gizi kronis / stunting atau dalam persentase 7,57 persen.

Untuk mewujudkan Kota Samarinda bebas stunting, Rusmadi ingin semua lintas sektor yang bergerak dalam bidang Gizi Ibu dan Anak hingga bidang Sosial dan Ketahanan Pangan dapat berkolaborasi.

Dan, upaya-upaya yang sudah dilakukan Pemkot seperti pengaktifan Posyandu dan sosialisasi juga dapat terus dilakukan sehingga dapat terciptanya generasi yang unggul dan berbudaya sesuai visi dan misi Pemkot Samarinda.

Menurut Wawali Rusmadi, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang lama sejak masih dalam kandungan dan akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

“Oleh karena itu, waktu yang terbaik untuk mencegah stunting ini ialah selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Kemudian yang terpenting dalam rembuk ini tidak hanya sekadar rutinitas, tetapi justru mendiskusikan bagaimana dan strategi apa yang tepat untuk melahirkan kajian serta evaluasi dalam menanggulangi stunting di Kota Samarinda ini,” ujar Wawali Rusmadi.

Upaya Pemkot Samarinda dalam rangka aktivasi dari Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan sosialisasi yang tidak pernah lelah tentang anak mulai dari makanan hingga pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif yang komprehensif menurut dia harus terus dilakukan.

“Pemkot saat ini telah menetapkan lokasi yang menjadi locus stunting sebanyak 15 kelurahan pada tahun 2021, dan segera akan menetapkan 26 kelurahan pada tahun 2022 mendatang. Untuk itu, diperlukan kerja sama lintas sektor yang mencakup instansi yang menangani kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, kebersihan, pengasuhan orang tua, air minum, persoalan sanitasi, PAUD, perlindungan sosial, hingga ketahanan pangan,” ujar Wawali Rusmadi. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com