Kantor Gubernur Kaltim Dipasangi Kawat Berduri Jelang Aksi 21 April, Pengamanan Diperketat
Kliksamarinda.com – Menjelang aksi unjuk rasa besar yang akan digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat pada Selasa 21 April 2026, pengamanan di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Jalan Gajah Mada Samarinda diperketat. Untuk pertama kalinya, pagar kantor gubernur dipasangi kawat berduri permanen.
Pantauan di lokasi, Senin 20 April 2026, sore hingga malam, suasana di kawasan Jalan Gajah Mada, Samarinda, tampak berbeda dari biasanya. Kawat berduri terpasang rapat di sepanjang pagar kantor hingga ke area rumah dinas gubernur.
Pemasangan ini diketahui telah dimulai sejak Minggu pagi, 19 April 2026. Hingga Senin sore, sejumlah pekerja masih terlihat menyelesaikan pemasangan di sekitar rumah jabatan gubernur yang berada di lingkungan Sekretariat Pemprov Kaltim.
Langkah ini tergolong tidak biasa. Sebelumnya, pengamanan demonstrasi umumnya hanya menggunakan barikade kawat berduri spiral yang bersifat sementara.
Selain pengamanan fisik, aparat juga menyiagakan lebih dari dua ribu personel gabungan TNI dan Polri. Pasukan mulai bersiaga sejak Senin malam untuk mengawal jalannya aksi.
Aksi yang akan berlangsung di Samarinda tersebut dipusatkan di dua titik utama. Pertama di Kantor DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar dan Kantor Gubernur Jalan Gajah Mada.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan, langkah pengamanan ini bersifat preventif. Tujuannya untuk mengantisipasi potensi tindakan anarkis dari pihak tidak bertanggung jawab.
“Mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang negatif. Kalau pun tidak ada niat jahat, niat jelek yang merusak pintu pagar, gitu yah, kan gak akan jadi masalah. Itu salah satu masukan kita juga,” kata Endar usai apel gelar pasukan di GOR Segiri, Samarinda.
Ia menambahkan, seluruh personel telah disiapkan secara matang. Pengamanan mencakup penempatan anggota, sarana-prasarana, hingga teknis di lapangan.
Pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan prinsip humanis dan persuasif. Aparat diinstruksikan untuk menjaga keamanan tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono memastikan kesiapan TNI dalam mendukung pengamanan. Kehadiran TNI bertujuan memperkuat kapasitas pengamanan di lapangan.
“Prajurit TNI nanti kita siaga di titik-titik luar. Kapolda meminta TNI membantu, maka TNI turun. Tentu di lingkungan Samarinda,” ujarnya.
Total sekitar dua ribu lebih personel gabungan disiapkan untuk mengawal jalannya aksi. Pengamanan difokuskan di dua titik utama, serta sejumlah objek vital lainnya.
Masyarakat yang akan menggelar aksi 21 April di Samarinda Kaltim diimbau tetap tertib dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Aparat berharap aksi berlangsung damai tanpa tindakan anarkis, sehingga situasi di Samarinda tetap aman dan kondusif. (*)
Reporter: Suriyatman




