Komisi IV DPRD Samarinda Soroti PPDB Online Karena Masih Ada Blank Spot Area

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.

KLIKSAMARINDA – Menjelang akhir tahun, DPRD Samarinda mengevaluasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Termasuk Komisi IV DPRD Samarinda yang baru saja melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda.

Dalam hearing tersebut, Komisi IV menyoroti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sekretaris Komisi IV Deni Hakim Anwar, menyatakan, hingga saat ini memang masih banyak masyarakat yang mengeluhkan persoalan tersebut.

“Kami tidak mau masalah PPDB ini menjadi momok lagi. Karena banyak sekali masyarakat yang kondisinya memang tidak menguasai secara maksimal, jalur pendaftaran online,” ujar Deni Hakim Anwar, Senin 14 November 2022.

Deni Hakim Anwar meminta agar Disdikbud memiliki terobosan atau inovasi mengenai pola PPDB online yang terstruktur.

Pola terstruktur PPDB Online Samarinda ini untuk mengatur kuota masing-masing sekolah agar bisa memenuhi kebutuhan peserta didik yang baru.

Deni Hakim Anwar mencontohkan PPDB di sebuah SMP di daerah Lempake Samarinda. Menurut Deni Hakim Anwar, ketika peserta didik tidak bisa melakukan PBDB online, otomatis perlu diberlakukan kuota manual.

Deni Hakim Anwar berharap ada upaya Disdikbud Samarinda untuk mendukung ketersediaan kuota manual. Melalui ketersediaan kuota manual itu, setiap pendaftar cukup datang ke sekolahnya lalu dibantu dan didampingi oleh tenaga pendidiknya.

“Karena memang yang ini kita harapkan itu ada pendampingan kepada orangtua murid,” ujar Deni Hakim Anwar.

Karena itu, Deni Hakim Anwar berharap hal ini perlu menjadi perhatian dari Disdikbud Kota Samarinda.

Tujuannya untuk mengurangi setiap permasalahan yang sering terjadi saat PPDB.

Termasuk memberikan perhatian terhadap persoalan jaringan dan akses internet yang selama ini sering dikeluhkan setiap warga.

Harus diakui, imbuh Deni Hakim Anwar, hingga saat ini masih ada warga yang tinggal di kawasan blank spot area dan tidak terjangkau akses internet.

Kondisi tersebut harus dipahami bahwa tidak semua orang tua siswa bisa mendaftarkan anaknya secara online.

“Di situkan otomatis dalam demandnya (permintaan) banyak. Sementara sampai saat ini masih banyak daerah blankspot di Kota Samarinda. Otomatis tidak bisa melakukan pendaftaran secara online,” ujar Deni Hakim Anwar. (Pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com