News

TMMD ke-115: Meretas Asa Infrastruktur yang Layak Bagi Masyarakat Kecamatan Palaran

Terik mentari tepat di ubun-ubun kepala. Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah kubangan lumpur. Di sebelah kiri dan kanan jalan, terasa suasana pedalaman khas Kalimantan; hutan nan rimbun dan suara binatang.

Diantara kecipak air dan lumpur, deru suara knalpot Honda Tiger membelah keheningan Jalan Irigasi di Kelurahan Rawa Makmur –Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Sang pengendara, Gendon (57), berupaya mengendalikan tunggangannya melewati jalan berlubang dan licin. Dia bahkan harus berjuang agar tidak jatuh ke parit. Musababnya, jembatan di sana rusak akibat dilintasi kendaraan berat. Dengan mata memicing, warga Jalan Wono Tirto, RT 14, itu bergegas menuju Kelurahan Handil Bakti untuk bekerja sebagai buruh bangunan.

Bagi Gendon, Jalan Irigasi adalah pilihan terbaik menuju tempat kerja. Maklum, akses jalan ini mampu memangkas waktu perjalanan antara Kelurahan Rawa Makmur menuju Kelurahan Handil Bakti atau sebaliknya. Sementara, akses jalan lain justru memakan waktu tempuh yang lama. Mulai dari 30 menit hingga 1 jam, atau sekira 4 kilometer dari jarak rumah Gendon menuju lokasi kerjanya. “Zaman sekarang selisih beberapa menit sangat berharga, apalagi BBM (bahan bakar minyak, Red.) mahal. Biar repot sedikit yang penting dijalani,” katanya kepada Klik Samarinda, Senin pekan lalu.

Ihwal Jalan Irigasi terjadi medio 1990-an. Inilah salah satu akses jalan umum yang pernah dibangun oleh Tentara Nasional Indonesia di Kecamatan Palaran. Kala itu, Jalan Irigasi dibangun saat program Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atawa ABRI Masuk Desa. Sayangnya, setelah itu Jalan Irigasi tak pernah dirawat. Atensi dari pemerintah juga minim hingga akhirnya rusak kembali.

Ketika hujan tiba, Jalan Irigasi menjadi kubangan lumpur dan sukar dilintasi. Terlebih saat itu, belum ada pembangunan parit atau drainase. Makanya, air kerap menggenang di sepanjang jalan dan jalanan menjadi lumpur. Masyarakat setempat bukan tanpa upaya. Beberapa diantaranya berinisiatif menimbun jalan yang berlubang dan berlumpur itu dengan tanah kering. Sayangnya, usaha tersebut sia-sia saat hujan kembali turun.

Kini, harapan masyarakat untuk menikmati jalan yang layak seperti di perkotaan telah kembali. Pelopornya datang dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 tahun 2022 yang berada di wilayah Kodim 0901 Samarinda. Jalan yang kini bernama TMMD 115 itu bahkan sudah mulus. Parit di bagian kanan dan kiri juga cukup lebar, sehingga ketika hujan tidak akan menggenangi jalan.

“Sekarang paritnya diperlebar, jalanan ditinggilkan, jembatan dibuat bagus dari beton. Kami berharap semoga nanti dilanjutkan lagi sama pemerintah dengan pengaspalan jalan,” tuturnya. “Jarak antara Rawa Makmur ke Handil Bakti lebih singkat karena saat ini banyak warga Rawa Makmur yang punya lahan pertanian di Handil Bakti, begitu juga sebaliknya,” timpal Gendon.

Monika, warga Jalan Parikesit 2, Kelurahan Handil Bakti –Kecamatan Palaran, Kota Samarinda– pun punya pendapat serupa. Ia mengatakan saat ini jarak tempuh menuju Kelurahan Rawa Makmur jadi lebih cepat. Terutama menuju SMP Negeri 14 Palaran. Sebelumnya, ia harus memutar jika mengantarkan adiknya ke sekolah melewati Jalan Ampera, Kelurahan Rawa Makmur. “Kalau dari sini ke sekolah harus memutar lewat Jalan Ampera. Tapi sekarang tidak, karena jalanan yang bagus meski belum diaspal tapi bisa mempercepat jarak, dan kita kalau mau ke kota juga dekat,” akunya.

BAHU-MEMBAHU: Satgas TMMD yang terdiri dari TNI-Polri bekerjasama membangun akses jalan di Kecamatan Palaran. (FOTO: IST)

MENEMBUS BATAS DUA KELURAHAN
Kecamatan Palaran merupakan satu dari 10 kecamatan di Kota Samarinda. Luas wilayahnya sekira 242,29 kilometer persegi yang terbagi menjadi 5 kelurahan. Yakni Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Simpang Pasir, Kelurahan Handil Bakti, Kelurahan Bukuan, dan Kelurahan Bantuas. Jumlah penduduk di sana sekira 60.701 jiwa. Kelurahan Rawa Makmur merupakan pusat kegiatan masyarakat di Kecamatan Palaran. Mulai perekonomian, perkantoran, kesehatan, serta pendidikan. Makanya hampir semua komponen masyarakat menggunakan akses jalan itu.

Program TMMD ke-115 tahun 2022 yang dilaksanakan Kodim 0901 Samarinda memang bukan isapan jempol belaka. Kegiatannya cukup banyak; pengerasan jalan hingga pembuatan turap di Kelurahan Rawa Makmur. Pekerjaan itu lalu berlanjut menuju Kelurahan Handil Bakti dengan pembangunan jembatan/plat duicker, dua pos kamling, renovasi musala, serta merenovasi tiga rumah. TMMD ke-115 ini dimulai Selasa 11 Oktober 2022 dan berakhir Rabu 9 November 2022. Lokasi pembukaan dan penutupan dilaksanakan di lapangan upacara SD Negeri 001 Palaran, Jalan Kamboja, Kelurahan Rawa Makmur –Kecamatan Palaran.

Personel yang terlibat dalam Satgas TMMD ke-115 berjumlah 150 orang, gabungan dari TNI-Polri. Selain itu, ada 25 masyarakat yang dilibatkan bersama Satgas untuk melakukan pembangunan. Sejatinya, Kodim 0901 Samarinda melaksanakan 3 objek kegiatan fisik. Pertama adalah peningkatan kualitas sepanjang 1.520 meter. Kedua pembuatan tembok penahan tanah sepanjang 2.215 meter. Ketiga, pembangunan 3 jembatan. Tiga objek ini menjadi satu kesatuan yang akan menghubungkan antara Kelurahan Rawa Makmur dan Kelurahan Handil Bakti. Kegiatan lainnya adalah pembangunan Musala Tuttaqim di Jalan Jember Baru, RT 7 –Kelurahan Handil Bakti– rehabilitasi 1 unit rumah di Kelurahan Rawa Makmur dan 1 unit di Kelurahan Handil Bakti, serta perbaikan pos kamling 1 unit dan pembuatan pos kamling di Kelurahan Rawa Makmur.

Selain pekerjaan fisik, dalam TMMD ke-115 juga ada 12 program kerja sama dengan kementerian/lembaga. Beberapa di antaranya adalah penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga penyuluhan bagaimana cara mendaftar sebagai anggota TNI. Program ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kualitas masyarakat di Kecamatan Palaran dan sekitarnya. Selain itu juga ada kegiatan bakti sosial. Sebut saja seperti sunatan masal, bazar murah, pelayanan Surat Izin Mengemudi atau SIM keliling, vaksinasi, dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Implementasi program yang dilakukan Kodim 0901 Samarinda ini tentu saja mendapat apresiasi langsung dari pimpinan Kodam VI/ Mulawarman yang melihat langsung sekaligus menutup pelaksanaan TMMD ke-115. “TNI hadir dari rakyat dan program TMMD ini dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat, mempercepat pembangunan desa. Tentu agar mendorong kesejahteraan masyarakat di sini. TMMD bukan hanya membangun jalan dan lainnya, yang lebih penting TNI dan masyarakat di sini guyub rukun, kompak. Mudah-mudahan kehadiran TNI bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Kasdam VI/Mulawarman, Brigadir Jenderal TNI Ibnu Bintang Setiawan.

Sejalan dengan tema TMMD ke-115 tahun 2022 yaitu “TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI”, Kasdam VI/Mulawarman menegaskan bahwa pencapaian sasaran fisik seluruh TMMD di wilayah Kodam VI/Mulawarman telah mencapai 100 persen. Rinciannya berupa pengerasan jalan, pembukaan badan jalan, penimbunan batu sirtu dan semenisasi jalan, pemasangan talut, pembuatan jembatan, pembuatan gorong-gorong, betonisasi jalan, rehab masjid, musala, gereja, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), balai pertemuan, pembuatan, dan rehab poskamling.

“Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang merupakan roh perjuangan bangsa dan akan terus kita bangun serta kita pelihara,” tutup Kasdam VI Mulawarman.

Sementara itu, Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigadir Jenderal TNI Dandi Suryadi, menyatakan kegiatan TMMD yang dilakukan ini merupakan bentuk kecintaan TNI kepada masyarakat. TMMD, urainya, merupakan implementasi dari Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta atau Sishankamrata.

“Jadi, kemanunggalan TNI dan rakyat itu prasyarat utama pada jalannya Sishankamrata. Kami membantu pak walikota untuk pembangunan. Sehingga masyarakat makin sejahtera, masyarakat makin senang, dan bisa dekat dengan TNI, jadi manunggal. Itu output-nya. Nanti outcam-nya, Sishankamrata itu kan amanat UUD Pasal 30 bahwa sistem pertahanan kita itu namanya Sishankamrata. Nah, ini metode aja, melakukan TMMD dengan membantu program pembangunan pemerintah. Fungsi negara itu ada dua, pertama adalah melindungi warganya dan kedua adalah memajukan kesejahteraan umum,” jelas Brigjend TNI Dandi Suryadi.

REHAT: Dua personel TNI tampak beristirahat di pelataran rumah masyarakat di Kecamatan Palaran. (FOTO: IST)

Sementara itu Wali Kota Samarinda Andi Harun, memberikan apresiasi tinggi kepada program TMMD ke-115 yang dilaksanakan di Kecamatan Palaran. Sebab, belasan tahun akses jalan di sana rusak berat dan sukar ditangani.

“Belasan tahun jalan di sana tidak bisa menghubungkan dua kelurahan (Kelurahan Rawa Makmur dan Kelurahan Handil Bakti, Red.). Namun kini bisa menghubungkan kembali dua kelurahan itu. Bahkan dengan anggaran yang ada, TNI bisa membangun talud (tembok penahan tanah, Red.) dan pengerjaan jalan yang jika dibandingkan dengan kegiatan reguler di dinas, tentu lebih jauh lebih murah dan lebih efisien,” paparnya.

“Intinya, kemanunggalan TNI, rakyat, dan pemerintah harus terus kita tingkatkan. Karena program TMMD ini jelas sangat membantu. Saya atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat Kota Samarinda, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar TNI, untuk bersama-sama meningkatkan solidaritas, kolaborasi, dan sinergi, agar ini menjadi sumbangsih kita kepada bangsa dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, Red.),” Andi Harun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
DMCA.com Protection Status