KLIKSAMARINDA | Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kaltim Minta Maaf, Ada Apa?
News

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kaltim Minta Maaf, Ada Apa?

Andi Muhammad Ishak

KLIKSAMARINDA – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur (Kaltim) telah secara rutin merilis update perkembangan kasus Covid-19 secara berkala mulai awal pandemi Covid-19 di Kaltim sejak Maret 2020 hingga Juli 2020. Melalui sejumlah aplikasi dan media sosial, Tim yang diketuai Gubernur Kaltim ini konsisten menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait Covid-19 melalui Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak.

Nah, saat rilis 1 Juli 2020, Andi Muhammad Ishak yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim ini, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat melalui rilis. Dalam pernyataannya, Andi Muhammad Ishak menyebutkan adanya masalah terhadap info grafis yang dibuat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim.

“Dampak dari penggunaan warna terkesan menstigmasisasi sebuah daerah. Karena itu, kami mencoba mengoreksi dan mohon maaf atas info grafis yang sempat keluar kemarin (29 Juni 2020-red). Kami memperbaiki dan mengubah info grafis ke depannya dan menyesuaikan dengan kasus yang ada. Dalam infografis selanjutnya, kami akan melakukan revisi dan perubahan untuk lebih informatif sesuai range yang telah dibuat dengan maksud jumlah akumulatif yang diperlihatkan agar upaya pecegahan lebih massif,” ujar Andi Muhammad Ishak 2 Juli 2020.

Menurut Andi Muhammad Ishak, pewarnaan info grafis data Covid-19 tidak menggambarkan tingkat risiko keparahan/kerawanan dari suatu wilayah.

“Memang tidak ada standarnya, jadi hanya tim di daerah yang membuat, dengan tujuan hanya untuk membedakan satu wilayah dengan wilayah lain melalui kumulatif kasus yang terjadi,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Mulai 1 Juli 2020 dan seterusnya, menurut Andi Muhammad Ishak, perubahan setiap harinya apabila suatu daerah terdapat penambahan kasus positif baru dan kasus yang sembuh. Adapun kriteria pengelompokkan warna terbagi menjadi empat, yakni hijau untuk daerah dengan jumlah kasus positif yang aktif nol, kuning dengan jumlah kasus positif yang masih dirawat 1-25 kasus, orange dengan jumlah kasus positif yang masih dirawat 26-50 kasus, dan merah dengan jumlah kasus positif yang masih dirawat lebih dari 50 kasus.

“Ini sekaligus mengklarifikasi apa yang dikhawatirkan daerah kabupaten/kota,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Tampilan info grafis saat ini tampak berbeda. Biasanya yang ditampilkan jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif di setiap daerah, maka kali ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim menampilkan jumlah kasus positif aktif yang masih dirawat dan jumlah kasus sembuh.

“Jadi untuk kali ini, kita akan tampilkan jumlah kasus positif aktif yang masih dirawat. Hal ini akan menunjukkan secara fair kemampuan suatu wilayah dalam menangani kasus terkonfirmasi positif hingga sembuh. Ini agak sedikit berbeda dengan pengelompokan berdasarkan Tim Gugus Tugas Pusat,” ujar Andi Muhammad Ishak. (*)

DMCA.com Protection Status