KLIKSAMARINDA | Gugus Tugas Covid-19 Evakuasi 3 Aktivis OTG di Samarinda Tanpa Kejelasan
News

Gugus Tugas Covid-19 Evakuasi 3 Aktivis OTG di Samarinda Tanpa Kejelasan

dijemput paksa

KLIKSAMARINDA – Sebanyak 15 orang petugas gabungan dari Dinas Kesehatan Samarinda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, dan Satpol PP Kota Samarinda mengevakuasi 3 aktivis yang disebut orang tanpa gejala (OTG).

Penjemputan berlangsung Jumat sore, 31 Juli 2020 di kantor Pokja 30 dan Walhi Kaltim. Petugas kemudian mengevakuasi para aktivis tersebut ke RS Inche Abdul Moeis Samarinda Seberang.

Namun, menurut Koordinator Pokja 30, Buyung Marajo, ada kejanggalan dalam penjemputan itu. Para petugas tak mengenalan alat pelindung diri (APD) Lengkap (hazmat). Para petugas berbaju hazmat baru muncul saat para aktivis itu berada di rumah sakit

Buyung Marajo menyayangkan penjemputan yang dilakukan oleh petugas tanpa menunjukkan bukti jika para aktivis itu benar-benar positif Covid-19.

Bahkan sempat terjadi perdebatan karena petugas tidak dapat menunjukkan bukti bahwa ketiga aktivis itu terkonfirmasi positif Covid-19.

“Iya benar kawan-kawan dijemput. Tapi petugas tidak dapat menunjukkan surat jika benar-benar positif,” ujar Buyung Marajo.

Saat para aktivis tiba di RSUD IA Moeis Samarinda, mereka menolak untuk masuk ke dalam rumah sakit. Aksi penolakan itu terekam dalam siaran langsung pada akun instagram Walhi Kaltim.

Para aktivis ini menuntut agar petugas memperlihatkan dulu hasil Swab tes yang sudah dilakukan yang menyatakan positif.

Sampai pada akhirnya mereka para aktivis ditinggal oleh yang menjemput Tim BPBD dan Satpol PP tanpa ada kepastian adanya hasil Swab

Aktivis saat tiba di RSUD IA Moeis dibiarkan tanpa kejelasan (Foto: Capture Instagram Walhi Kaltim)

Dari pernyataan dalam rekaman Walhi Kaltim, diterangkan bahwa para aktivis ini menjalani swab tes pada Rabu 29 Juli 2020. Namun, tanpa ada pemberitahuan, pada Kamis 30 Juli 2020, petugas mendatangi kantor dan menyemprotkan zat disinfekatan. Pada Jumat sore 31 Juli 2020, menjelang magrib, penjemputan pun berlalngsung tanpa pemberitahuan dan bukti hasil swab tes dari petugas.

“Ini kita mau diapain? Tidak jelas,” ujar salah seroang aktivis. (*)

DMCA.com Protection Status