KLIKSAMARINDA | Barang Bukti Yang Disita KPK Atas Kasus Dugaan Gratifikasi Bupati Kutim
Breaking News News

Barang Bukti Yang Disita KPK Atas Kasus Dugaan Gratifikasi Bupati Kutim

KLIKSAMARINDA – Kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan Bupati Kutai Timur Ismunadar dan Ketua DPRD Kutai Timur Encek UR Firgasih memunculkan barang bukti saat penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPPK Nawawi Pamolongo, saat pers rilis di Kantor KPK Jakarta yang disiarkan langsung melalui laman media sosial KPK, 3 Juli 2020 malam, menyebutkan bahwa penangkapan di sebuah restoran di bilangan Senayan Jakarta, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp170 juta.

Selain uang tunai, KPK juga menyita barang bukti berupa buku tabungan dengan saldo Rp4,8 miliar dan sertifikat deposito senilai Rp1,2 miliar.

“Dari hasil tangkap tangan KPK menyita barang bukti uang senilai Rp170 juta beberapa buku tabungan saldo Rp4,8 M an sertifikat deposito,” ujar Nawawi Pamolongo.

Operasi tangkap tangan Bupati Kutai Timur dan Ketua DPRD Kutai Timur ini, menurut Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolongo terkait kasus dugaan gratifikasi berupa penerimaan hadiah atau janji pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Atas kasus tersebut, KPK menetapkan 7 tersangka, yaitu Bupati Kutai Timur Ketua DPRD Kutai Timur Kepala BPKAD Kepala Bapenda Kepala Dinas PU, rekanan AM dan DA.

“Kegiatan penangkapan ini sebagai upaya KPK untuk mewujudkan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang bersih, transparan, dan anti korupsi. KPK mengingatkan penyelenggara negara untuk menghindari praktik korupsi dalam proses dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dengan tujuan memperoleh keuntungan materi memperkaya diri pribadi dan keluarganya ataupun orang lain,” ujar Nawawi Pamolongo. (*)

DMCA.com Protection Status