Red Cherry Respon Karhutla dengan Lagu Sunset in Samarinda
Kliksamarinda.com – Tak selalu merespon fenomena kebakaran hutan dan lahan atawa karhutla dengan kritik dan keluh kesah. Lewat sebuah lagu pun, sebuah imbal balik menjadi sah.
Band Indie Pop asal Samarinda, Red Cherry misalnya, justru melahirkan sebuah lagu easy listening menanggapi peristiwa karhutla. Mereka merespon karhutla dengan single lagu berjudul Sunset in Samarinda.
Red Cherry mengumumkan perilisan single “Sunset in Samarinda” pada Jumat, 23 Oktober 2026. Berbeda dari sekadar lagu cinta biasa, rilisan kali ini membawa pesan mendalam sekaligus menjadi ruang resonansi atas keresahan mereka terhadap bencana kabut asap karhutla yang tengah melanda kota kelahiran mereka.
Dibentuk sejak tahun 2018, Red Cherry kini solid berjalan dengan format trio yang digawangi oleh Rizvir (Vokal), Dennis (Gitar), dan Herry(Keyboard/Synth).
Mengusung warna musik indie pop yang hangat, dreamy, dan sentuhan jazz yang halus, mereka menawarkan identitas sound Kalimantan yang orisinal lewat integrasi petikan instrumen tradisional Sape’ / Sampek yang diaransemen langsung oleh Dennis.
Lagu “Sunset in Samarinda” awalnya ditulis sebagai bentuk romantisasi dan memori hangat akan keindahan sore hari di ibu kota Kalimantan Timur tersebut. Namun, momentum perilisan ini bertepatan dengan situasi kabut asap akibat karhutla, sehingga makna lagunya bergeser menjadi sebuah refleksi kehilangan.
Vokalis Rizvir menjelaskan bahwa lirik seperti “there’s something missing here” kini merefleksikan kehilangan langit jernih dan senja akibat kabut asap karhutla. Untuk produksi, mereka berkolaborasi dengan audio engineer asal Samarinda, Rizki Wahyudi (Jagasvara), yang berpengalaman dalam proyek nasional seperti Padi Reborn Sang Penghibur.
Artwork singlenya turut menggandeng seniman Novi Wahyu Kusuma dengan mengangkat visual peta Tepian yang ikonik bagi warga setempat. Red Cherry berharap lagu yang rilis pada 23 Oktober 2026 ini memantik kepedulian lingkungan.
Eksplorasi musikalitas yang matang ini juga tergambar jelas lewat dinamika aransemen yang disuguhkan. Dennis memadukan petikan gitar modern dengan teknik instrumen Dayak secara harmonis, sementara Herry menyuntikkan nuansa synthesizer yang memberikan efek dreamy nan melankolis khas Red Cherry.
Kombinasi ini sengaja dirancang untuk membawa pendengar larut dalam kontrasnya situasi emosional, antara keindahan memori masa lalu dan kenyataan pahit hari ini.
Melalui rilisnya “Sunset in Samarinda”, trio indie pop ini berharap karya mereka dapat melintasi batasan geografis dan menyentuh siapa saja yang merindukan tempat bernaung yang aman. Single ini menjadi pengingat lantang bahwa menjaga keindahan kota kelahiran adalah tanggung jawab bersama, demi mengembalikan hak masyarakat untuk menikmati sore yang jernih di rumah mereka sendiri.
LinkSpotify: https://open.spotify.com/track/4Or7AVyjznPZmLu0gWHktU?si=9b8f0b18533f463c
Link Video Music: https://www.youtube.com/watch?v=aBr4VTp_j0U
Lyric “Sunset in Samarinda”
Verse1:
let me write a love story
i just wanna feel like home
can we make some memories?
even when we’re far from home
Bridge:
am i feeling right?
am i feeling ok?
there’s something missing here
Pre-chorus:
sunset in samarinda
you can’t find like this
wherever you are
Chorus:
tho i have some fear
wish you were here, i don’t wanna be alone
when you’re right here, i just wanna feel like home
it’s been forever, i don’t feel i belong
time is so precious
Verse 2:
try to rewrite history
does it matter where i’m from?
i’ll put it in a melody
but it won’t matter if i’m gone
Bridge:
am i feeling right?
am i feeling ok?
there’s something missing here
Pre-chorus:
sunset in samarinda
you can’t find like this
wherever you are
Chorus:
tho i have some fear
wish you were here, i don’t wanna be alone
when you’re right here, i just wanna feel like home
it’s been forever, I don’t feel I belong
time is so precious
–
Credit title :
sunset in samarinda
Red Cherry
Song & Lyric: Rizky Virnanda (Rizvir)
Produser musik : Dennis Berhan & Herry
Aransemen musik : Dennis Berhan & Herry
Red Cherry :
Rizvir – Vocal
Dennis – Guitar
Herry – Keyboard/Synth
Recording engineer by : Arie Wardhana ( @ariewdhana, @backstage.ina )
Mixing & mastering by : Rizki Wahyudi ( @akurizki, @jagasvara )
Director of Photography: Resha Alif Utama ( @resaalifutama )
Art Director: Rizvir
Online & Offline Editor: Resha Alif Utama
Gaffer: All Teams
Lighting Assistant: Fajri ( @fajrig._ )
Artwork by : Novi Wahyu Kusuma ( @yuuuwahyuuu )
Artwork logo by : Novi Wahyu Kusuma
Graphic Designer: Afrizal Putera
–
Red Cherry adalah band indie pop asal Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang terbentuk pada tahun 2018. Band ini terdiri dari Rizvir sebagai vokalis, Denis Berhan pada gitar, dan Herryy pada keyboard.
Dengan memadukan melodi yang dreamy, ritme yang santai, aransemen hangat yang didominasi gitar, serta sentuhan jazz yang halus, Red Cherry menghadirkan musik yang terasa nostalgik sekaligus segar. Musik mereka memadukan ritme yang playful dengan melodi yang penuh perasaan, menangkap momen-momen sederhana, emosi yang singkat, dan cerita dari kehidupan sehari-hari.
Red Cherry mulai merilis musik pada tahun 2019 melalui lagu-lagu mereka, sekaligus perlahan membangun karakter musikalnya sendiri di skena indie pop. Melalui tekstur musik yang mellow dan penceritaan yang terasa personal, band ini menciptakan ruang musikal yang membawa pendengarnya dari suasana sore yang hangat hingga refleksi di keseharian, merangkai kehangatan, nostalgia, dan perasaan manis sekaligus getir.
–
Diskografi:
Album: Self (2022)
Single: I Called My Mom (2019)
Single: Let Me (2019)
Single: Baby, Maybe (2020)
Single: Everyday (2020)
Single: Don’t be sad (2024)
Single: sunset in samarinda (2026)



