Warta

Samarinda Raih Predikat SPBE Tertinggi Tapi Netizen Keluhkan Air PDAM Tak Mengalir

KLIKSAMARINDA – Kota Samarinda kembali mencatat capaian membanggakan di bidang digitalisasi pemerintahan. Berdasarkan data Kementerian PANRB RI, Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Samarinda tahun 2024 mencapai skor 3,85, berpredikat “Sangat Baik”, unggul di atas rata-rata Kalimantan Timur (3,79) dan nasional (3,12).

Capaian ini diumumkan pada Rabu 29 Oktober 2025 dan menjadi bukti kuat bahwa transformasi digital Pemkot Samarinda menuju pemerintahan yang efektif, transparan, dan berkelanjutan berjalan signifikan.

Nilai tertinggi diperoleh dari domain Layanan SPBE sebesar 4,45, menunjukkan peningkatan layanan publik berbasis digital yang mulai dirasakan masyarakat.

Namun, di tengah kabar baik tersebut, warga justru dihadapkan pada ironi lain — gangguan distribusi air bersih yang meluas di sejumlah wilayah Samarinda.

Diketahui melalui unggahan resmi di Instagram @perumdatirtakencana, Selasa 28 Oktober 2025, Perumda Tirta Kencana mengumumkan adanya pekerjaan perbaikan kebocoran pipa ACP DN 400 mm di Jalan P. Antasari.

Pekerjaan dimulai pukul 00.45 WITA dengan estimasi selesai dalam waktu 24 jam. Sayangnya, hingga Rabu malam, atau 48 jam kemudian, air masih belum mengalir di banyak wilayah terdampak.

Unggahan tersebut langsung menuai lebih dari 1.000 komentar dari warganet yang mengeluhkan matinya aliran air selama dua hari berturut-turut tanpa pemberitahuan lebih awal.

Akun @riskaanuramelia menulis,

“UDAH 24 JAM tapi air belum nyala, hebat banget emang PDAM ini wkwk.”

Sementara akun @melinda_grshla berkomentar,

“Serius ni ga disebutin Cendana tapi daerah Cendana ikutan mati??? Min tolong laaah lebih teliti lagi. Terus kalo mau matikan bisa dong info pemberitahuan H-1.”

Akun Yuni Yasmine menulis sebuah pertanyaan, “Samarinda gak ada perusahaan air minum lain kah selain tirta kencana ini??”

Akun resmi Perumda Tirta Kencana menanggapi beberapa komentar dengan permintaan maaf dan janji percepatan perbaikan.

Tanggapan Perumda, “@riskaanuramelia Baik, kami sampaikan mohon maaf atas ketidaknyamanannya.”

“@yuni.yasmine Mohon maaf, Semoga perbaikan cepat selesai tanpa kendala.”

Namun, hal itu belum cukup meredam kekecewaan warga yang menganggap keterlambatan informasi sebagai bentuk lemahnya komunikasi publik.

Beberapa pengguna bahkan menandai akun Presiden Prabowo Subianto (@prabowo) dan Wali Kota Samarinda Andi Harun (@ah_andiharun), meminta perhatian terhadap kinerja BUMD pengelola air tersebut.

Sementara itu, aktivitas perbaikan masih berlangsung hingga Rabu malam. Perumda Tirta Kencana memastikan proses penutupan kebocoran pipa akan diikuti tahap normalisasi distribusi air ke seluruh area terdampak, termasuk Antasari, Siradj Salman, Juanda, P. Suryanata, dan Gajah Mada.

Capaian digitalisasi pemerintahan Samarinda yang gemilang memang patut diapresiasi.

Namun, di sisi lain warga berharap adanya peningkatan layanan dasar, terutama air bersih yang menjadi kebutuhan vital masyarakat kota. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *