Pemkab Kutai Kartanegara

Kolaborasi Posyandu, RT, dan Puskesmas Tekan Stunting di Muara Muntai Ilir

Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDAPemerintah Desa Muara Muntai Ilir menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan angka balita berisiko stunting melalui berbagai program intervensi yang terencana dan berkesinambungan.

Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur, mengungkapkan bahwa jumlah balita yang berisiko stunting di desanya berhasil ditekan dari 33 anak di tahun 2024 lalu menjadi 15 anak pada tahun ini.

“Setiap tahun kami melaksanakan rembuk stunting sebagai bentuk keseriusan kami dalam menangani masalah ini. Alhamdulillah, tahun ini terjadi penurunan signifikan,” ujarnya.

Kata dia, penurunan ini dicapai melalui sejumlah langkah strategis, termasuk pemantauan aktif terhadap posyandu serta pelengkapan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan.

“Kami pantau terus, alat ukur seperti timbangan dan meteran tinggi badan kami pastikan tersedia dan akurat, karena itu sangat memengaruhi validitas data,” jelas Arifadin.

Tak hanya dari sisi fasilitas, keterlibatan masyarakat pun menjadi kunci keberhasilan.

Arifadin menambahkan, Pemerintah Desa Muara Muntai Ilir melibatkan ketua RT dan kader posyandu dalam menjangkau keluarga-keluarga yang kesulitan membawa anak ke posyandu.

“Kalau ada ibu-ibu yang malas atau terkendala datang, ketua RT bisa bantu jemput. Ini sudah kami masukkan dalam hasil rembuk stunting,” tambahnya.

Selain itu, dia menyampaikan, pihaknya juga menjalin kolaborasi dengan pihak Puskesmas dan lembaga terkait lainnya.

Kolaborasi ini untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan ibu dan anak tetap berjalan optimal.

“Kami review kinerja posyandu tiap bulan, supaya tahu apa saja yang kurang dan bisa langsung dibenahi,” lanjut Arifadin.

Sebagai penutup, Arifadin mengungkapkan bahwa dengan langkah-langkah tersebut, pihak desa menargetkan jumlah balita berisiko stunting bisa terus ditekan hingga mencapai nol kasus dalam beberapa tahun ke depan.

“Semua ini untuk menciptakan generasi sehat dan kuat. Karena masa depan Kukar, bahkan Indonesia, dimulai dari desa,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda@gmail.com