DPRD Samarinda

Komisi III Soroti Insiden Plafon Gedung Perpustakaan Samarinda Yang Ambruk

KLIKSAMARINDAKomisi III DPRD Kota Samarinda memberikan perhatian serius terhadap insiden ambruknya plafon interior Gedung Perpustakaan Samarinda di Jalan Kesuma Bangsa. Plafon interior di Lantai 3 itu ambruk pada Senin, 25 April 2022 lalu.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya menegaskan pihaknya akan langsung meninjau kondisi bangunan gedung Perpustakaan Samarinda yang baru tersebut.

Pembangunan gedung baru tersebut menggunakan anggaran pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus Perpustakaan Nasional sebesar Rp20 miliar. Namun gedung Perpustakaan Samarinda itu akan digunakan warga Samarinda.

Karena itu, Komisi III DPRD Samarinda akan memastikan kelayakan kondisi gedung baru tersebut. Tinjauan langsung ke Gedung Perpustakaan Samarinda ini menjadi bagian dari tugas pokok fungsi atau tupoksi legislatif sebagai mitra pemerintah yang bertugas untuk mengawasi pembangunan di Kota Samarinda.

“Kami akan meninjau Gedung Perpustakaan Baru di Jalan Kesuma Bangsa. Besok (Kamis 28 April 2022 hari ini-Red), kami akan mengecek langsung ke lapangan bagaimana kondisi realnya,” ujar Angkasa Jaya dihubungi Rabu malam, 27 April 2022.

Menurut Angkasa Jaya, gedung senilai Rp10 miliar ini baru saja difungsikan beberapa bulan lalu. Namun sangat disayangkan karena beberapa bagian plafon interior berbahan gipsum di lantai 3 gedung tersebut ambruk.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Kota Samarinda telah melakukan tinjauan langsung pada 2021 lalu. Tinjauan langsung itu dilakukan sebelum gedung ini diserahterimakan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

“Sebelum diserahterimakan itu, kami sudah melaksanakan tinjauan secara langsung tahun 2021 kemarin. Bahkan kami memberikan beberapa catatan pada pemerintah terkait gedung ini,” ujar Angkasa Jaya.

Angkasa Jaya mengakui saat itu legislatif tidak bisa memberikan masukan secara teknis terhadap kualitas bangunan dengan sumber anggaran DAK dari Perpusnas itu.

“Yang kami lihat saat sidak ke lapangan kemarin itu adalah progressnya. Jadi nggak bicara soal kualitas. Nggak masuk secara teknis karena nggak paham. Kita hanya melihat dari sisi fungsinya, melihat tanggapan masyarakat terhadap pembangunan gedung ini,” ujar Angkasa Jaya.

Saat itu, dalam sisi finishing dan kontruksi, Komisi III DPRD Kota Samarinda telah memiliki keraguan terhadap bangunan yang selesai dikerjakan sejak Desember 2021 lalu.

“Saat kita tinjau sebelum diresmikan itu, memang ada keraguan dari kami. Apakah ini baik atau tidak. Cuma kita nggak bisa memberikan tudingan kualitasnya seperti ini karena legislasi nggak masuk secara teknis,” ujar Angkasa Jaya.

Saat itu, legislatif hanya melihat secara fisik keseluruhan bangunan dan merasa semuanya sudah clear. Karena, Komisi III DPRD Samarinda menganggap ada Inspektorat yang sudah melakukan pengawasan dan auditor juga sudah menerima semua laporannya.

“Tapi sungguh disayangkan. Gedung yang baru dibangun ini malah ambruk saat hujan deras beberapa hari lalu. Maka dari itu, kami akan melakukan sidak untuk mengetahui kondisi real di lapangan,” ujar Angkasa Jaya. (Pia-02/Adv)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *