News

Warga Adat Kutai Sukarela Cat Jembatan dengan Warna Kuning

KLIKSAMARINDAWarga Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) yang tergabung dalam Remaong Kutai Berjaya melakukan pengecatan jembatan Keroncong.

Pengecatan menggunakan warna kuning dan mengubah warna cat jembatan yang sebelumnya berwarna merah. Pengecatan ulang jembatan Keroncong Kukar dengan warna kuning ini dilakukan karena warga anggap warna kuning merupakan warna sakral bagi masyarakat Kutai.

Aksi pengecatan ini berlangsung Minggu, 6 Februari 2022 kemarin. Aksi pengecatan berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian.

Setelah pengecatan Jembatan Kerocong usai, warga adat Kutai akan melakukan pengecatan Jembatan Kartanegara yang menghubungkan wilayah Tenggarong Seberang ke Kota Tenggarong.

Pengecatat ulang jembatan dilakukan karena Pemerintah Kabupaten Kukar tidak mengindahkan permintaan warga adat agar mengecat ulang jembatan dengan warna kuning.

Warga adat Kutai menilai warna merah bukan identitas Kabupaten Kukar. Pasalnya, warna kuning telah dipakai sejak zaman kerajaan sehingga bernilai sakral bagi masyarakat adat.

Menurut seorang warga bernama Sofyan, pengecatan jembatan itu menggunakan dana pribadi, khususnya untuk membeli cat. Mereka lalu serentak mengecat jembatan yang ada di Kukar.

“Sukarela panggilan hati kami karena kami sangat senang sekali rekan kami mau memperjuangkan adat istiadat di Kutai. Kami merasakan adat istiadat kami ini sudah sedikit bergeser,” ujar Sofyan.

Ketua Remaong Kutai Berjaya Warga Adat Kutai, Hebby Nurlan Arafat menyatakan bahwa warga ingin warna kuning menjadi selimut jembatan. Warga tidak ingin warna lain yang tersemat pada jembatan karena kuning adalah sakral bagi warga adat Kutai.

Menurut Hebby Nurlan Arafat, pengecatan Jembatan Keroncong pada Minggu, 6 Februari 2022 itu awal untuk menunjukkan keseriusan masyarakat.

“Ini bukan perusakan karena kami mengecat dengan baik dan tidak asal-asalan,” ujar Hebby Nurlan Arafat.

Untuk mendukung agenda pengecatan ulang Jembatan Kertanegara, Remaong Kutai Berjaya bahkan siap menggandeng perusahaan besar untuk mengecat ulang Jembatan Kartanegara menjadi kuning.

Hal itu akan dilakukan jika Pemkab Kukar tidak mau mengecat ulang jembatan sesuai keinginan masyarakat.

“Ini agenda mengembalikan warna yang ada di Kukar dengan warna sebelumnya, yaitu warna kuning. Warna kuning ini sangat sakral bagi masyarakat adat Kutai sesuai dengan kearifan lokal yang ada. Kearifan lokal, adat istiadan budaya yang ada di Kutai Kartanegara. Untuk pembiayaan ini murni solidaritas dari masyarakat adat Kutai yang tidak setuju,” ujar Hebby Nurlan Arafat.

Aksi pengecatan Jembatan keroncong ini mendapatkan pengawalan langsung dari aparat kepolisian. Menurut Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Aldy Harjasatya, kepolisian hanya melakukan pengamanan lalu lintas di sekitar jembatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Mereka melakukan aksi untuk mengecat jembatan berwarna kuning sebagai bagian dari warna kearifan lokal di Kesultanan. Ini kita melakukan pengamanan saja sebagai antisipasi untuk memperlancar perjalanan yang dilakukan masyarakat,” ujar Kompol Aldy Harjasatya

Polemik warna cat jembatan di Kukar telah berlangsung lama. Di satu pihak, Pemkab Kukar mengaku warna jembatan merah agar bisa terlihat jika dalam perjalanan pada malam hari.

Di pihak lain, warga adat Kukar menganggap warna kuning merupakan warna sakral dalam adat Kutai.

Kedua belah pihak telah melakukan pertemuan berulang kali. Namun kedua belah pihak belum menemukan konsensus atas polemik itu. (Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status