Tutup Buka Jembatan Mahakam Samarinda Usai Ditabrak Ponton Pengangkut Kayu
KLIKSAMARINDA – Jembatan Mahakam 1 Samarinda yang sebelumnya ditutup usai ditabrak ponton pengangkut kayu beberapa waktu lalu, akhirnya dibuka kembali, Jumat sore 28 Februari 2025.
Sebelumnya, penutupan sementara Jembatan Mahakam 1 Samarinda tersebut dilakukan untuk keperluan investigasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Keputusan pembukaan kembali jembatan Mahakam 1 Samarinda diambil setelah terjadi kemacetan lalu lintas yang cukup panjang akibat pengalihan arus kendaraan ke jalur alternatif.
Sementara itu, pihak perusahaan pemilik ponton yang menabrak jembatan tersebut telah mulai melakukan pemantauan dan perhitungan seluruh kerusakan yang terjadi.
Tampak pada Jumat sore, aktivitas di Jalan Untung Suropati Samarinda, Kalimantan Timur terlihat lancar.
Tidak ada kemacetan kendaraan yang akan masuk dan keluar Jembatan Mahakam 4 yang saat ini menjadi jembatan utama untuk keluar masuk Kota Samarinda.
Sebelumnya, Jembatan Mahakam 4 hanya digunakan untuk jalur keluar Kota Samarinda menuju Kota Balikpapan dan Kutai Kartanegara (Kukar).
Namun, sejak adanya investigasi kondisi Jembatan Mahakam 1 pasca ditabrak ponton pengangkut kayu, Jembatan Mahakam 4 dioperasikan untuk dua jalur dari kedua sisi, melayani kendaraan yang masuk dan keluar Kota Samarinda.
Investigasi terhadap Jembatan Mahakam 1 yang telah berusia 37 tahun ini sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas yang tidak terhindarkan, baik untuk kendaraan yang keluar maupun masuk ke Kota Samarinda.
Antrean kendaraan bahkan mencapai 3 kilometer untuk kendaraan yang akan masuk ke Kota Samarinda.
Kompol La Ode Prasetyo, Kasat Lantas Polresta Samarinda, mengatakan bahwa rencana penutupan jembatan belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.
Meski sosialisasi telah dilakukan sejak empat hari sebelumnya, masih banyak warga yang memilih menggunakan jalur lama.
“Putaran Taman Bebaya juga mengalami kemacetan. Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat Samarinda yang mau masuk ke Kota Samarinda, untuk saat ini mencari jalan alternatif sehingga mengurangi arus lalu lintas yang melintas di Jembatan Mahakam 4. Bisa melalui Jembatan Mahulu maupun Jembatan Mahkota,” ujar Kompol La Ode Prasetyo.
Penutupan Jembatan Mahakam 1 Samarinda, awalnya direncanakan berlangsung selama 12 hingga 14 hari atau dua pekan. Penutupan ini dilakukan untuk melakukan perhitungan kerusakan jembatan akibat ditabrak kapal pengangkut kayu.
Investigasi dilakukan oleh tim PUPR dan juga BBPJN, serta perwakilan perusahaan pemilik ponton yang menabrak Jembatan Mahakam 1.
Bagio, perwakilan dari Pelayaran Mitra Samudra selaku pemilik ponton, menyatakan kesiapan perusahaan untuk bertanggung jawab.
“Belum tahu belum ada item-itemnya, makanya kita bentuk tim itu untuk investigasi. Lebih jelasnya akan kita selesaikan, kita akan tanggung jawab semuanya. Ya dilihat investigasi masalah kerusakannya, jadi kita menunggu dari hasilnya. Kalau sudah ada, segera mungkin akan kita lakukan perbaikan,” jelas Bagio.
Penutupan jembatan merupakan hasil kesepakatan dan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan mengutamakan aspek keselamatan pengguna jalan.
Meski begitu, pembukaan kembali jembatan dilakukan untuk mengurangi dampak kemacetan yang terjadi, sambil terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jembatan. (Suriyatman)



