Rakornis BPBD Kaltim 2025, Transformasi Pendekatan Bencana dari Reaktif Menjadi Preventif
KLIKSAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) se-Kaltim Tahun 2025 Pencegahan Bencana.
Rakornis BPBD Kaltim 2025 berlangsung melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Rapat Koordinasi Teknis se-Kaltim Tahun 2025 digelar di Ruang Rapat Tepian II.
Rakornis resmi dibuka Ex-Officio BPBD Kaltim Sri Wahyuni. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim memimpin pembukaan acara. Sekretaris BPBD Yasir turut mendampingi disertai Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Tresna Rosano juga hadir.
Para Kepala Pelaksana BPBD kabupaten kota menghadiri Rakornis BPBD Kaltim 2025 ini. Perwakilan perangkat daerah Pemprov Kaltim turut berpartisipasi. Narasumber dari unsur strategis nasional dan daerah. Kegiatan berlangsung pada 18 Juni 2025.
Sekda menyampaikan pentingnya transformasi pendekatan penanggulangan bencana nasional dalam Rakornis BPBD Kaltim 2025. Fokus berubah dari respons pascabencana menjadi preventif.
Menurutnya, pendekatan mitigatif menjadi langkah awal yang strategis. Perubahan paradigma ini sangat penting untuk diterapkan.
“Dulu BPBD lebih banyak menangani pasca bencana,” ujar Sri Wahyuni. Sekarang seperti dunia kesehatan yang fokus preventif.
Sri menjelaskan bahwa pengobatan berubah menjadi pencegahan yang lebih efektif. Pendekatan baru ini lebih strategis dan berkelanjutan.
Seluruh wilayah Kaltim telah memiliki kalender bencana. Kalender menjadi acuan memahami pola rawan bencana daerah.
Anomali cuaca dan perubahan iklim mempengaruhi pola. Kesiapsiagaan tidak boleh kendor meski ada perubahan.
“Kita harus menyiapkan prakondisi bukan pasca bencana,” lanjutnya.
Musim banjir bisa bergeser dari waktu biasanya. Kesiapan tetap harus dijaga menghadapi segala kemungkinan. Antisipasi dini lebih efektif daripada penanganan reaktif.
Sri Wahyuni menyoroti pentingnya peningkatan literasi kebencanaan masyarakat. Kesiapsiagaan menyeluruh mendorong masyarakat lebih sigap.
Kebergantungan pada bantuan eksternal harus dikurangi signifikan. Kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana sangat penting.
Forum Pengurangan Risiko Bencana dan relawan berperan penting. Mereka menjadi tulang punggung penanganan prabencana.
Kesiapsiagaan harus terus dibangun secara berkelanjutan. Peran masyarakat sangat vital dalam mitigasi bencana.
Rakornis menghadirkan dua narasumber ahli terkemuka. Sekjen Forum PRB Jatim Catur Sudharmanto membahas strategi.
Direktur Pengembangan Strategi BNPB Nadhirah Seha hadir. Mereka memaparkan pengurangan Indeks Risiko Bencana nasional.
Kedua narasumber Rakornis BPBD Kaltim 2025 memberikan inspirasi dan pemahaman komprehensif. Peserta rakor mendapat wawasan merancang langkah mitigasi.
Ketangguhan daerah terhadap potensi bencana harus dibangun. Strategi perencanaan pencegahan bencana menjadi fokus utama.
Rakornis BPBD Kaltim 2025 merumuskan rekomendasi teknis dan kesepakatan. BPBD Provinsi dan kabupaten kota akan menindaklanjuti.
Sistem penanggulangan bencana terintegrasi dan responsif diperkuat. Langkah nyata transformasi pendekatan preventif dimulai. (Adv/Diskominfo Kaltim)



