Clicky

Petani Sebulu Kukar Akan Kembangkan Jagung Komposit

KLIKSAMARINDA – Wilayah Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara atau Kukar, Kalimantan Timur terkenal sebagai area penghasil jagung manis. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura TPH Distanak Kukar, Sugiono menyampaikan petani di Kecamatan Sebulu rerata merupakan penghasil jagung manis.

Meski begitu, saat ini, pemerintah berharap agar petani di wilayah tersebut mampu mengembangkan jagung komposit. Menurut Sugiono, pengembangan jagung komposit ini untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak berupa jagung pipilan yang saat ini masih kekurangan.

”Pengambangan produk jagung komposit ini memerlukan bantuan embung, alsintan (combine harvester dan traktor roda 4). akan diprioritaskan pada kelompok tani atau poktan yang mengembangkan jagung dalam skala luas/kawasan jagung,” ujar Sugiono dalam kegiatan bimbingan teknis Pengembangan Jagung Komposit dilaksanakan di Desa Manunggal Daya, Kamis 1 April 2021,

Jagung komposit merupakan hasil persilangan tunggal. Jagung komposit dapat diproduksi untuk benih berikutnya, dengan syarat isolasi jarak antar varietas minimal 400 m atau waktu tanam berbeda (15-25 hari). Harga benih jagung ini juga tergolong murah karena proses perbenihannya mudah dan cepat.

Dalam upaya pengembangan jagung jenis ini, dilaksanakan Bimtek yang diikuti oleh Kelompok Tani yang ada di Desa Manunggal Daya. Bimtek ini bertujuan untuk mempercepat arus informasi dan hilirisasi inovasi teknologi pertanian.

Hadir dalam Bimtek ini Kepala BPTP Kaltim, Fausiah T. Ladja, Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI, Rudiansyah, serta Kadis Pangan, TPH Prov. Kaltim, Siti Farisyah Yana.

Kades Manunggal Daya, Mas’ud, menyatakan agar di desanya dapat dibangun embung pertanian/jaringan irigasi sebagai sumber air saat budidaya tanaman, diperlukan juga alsintan untuk pengolahan tanah dan pasca panen.

Rudiansyah mengharapkan Poktan di Desa Manunggal Daya dapat melakukan pertanaman jagung komposit dengan kelas benih BD dan menghasilkan benih jagung komposit dengan kelas benih BR, agar benih tersebut dapat ditanam kembali oleh petani yang ada di Kukar.

Fausiah T. Ladja menyampaikan tujuan kegiatan bimtek yaitu untuk mencapai swasembada pangan di Kaltim serta meningkatkan pendapatan petani, diharapkan out put yang dicapai dalam bimtek ini yaitu menghasilkan benih jagung sebanyak 9 ton dan akan ditanam kembali oleh petani yg ada di Sebulu/Kukar

Kadis Pangan, TPH Prov. Kaltim, Siti Farisyah Yana menyampaikan bahwa Kaltim masih kekurangan benih jagung sehingga masih mendatangkan benih dari luar kaltim,

Diharapkan ke depan kita dapat menghasilkan benih jagung sendiri untuk pengembangan jagung di Kaltim. Melihat peluang pasar jagung pipilan untuk pakan ternak masih cukup besar, maka petani di Sebulu jangan khawatir terkait pemasarannya, Distanak Kukar siap memfasilitasi dalam penjualan jagung komposit untuk pakan ternak. (*)

Tinggalkan Balasan

DMCA.com Protection Status