Pahu Badak Langka Kalimantan Diupayakan Berkembang Biak

KLIKSAMARINDA – Pahu badak langka Kalimantan kini tinggal sendiri di Suaka Badak Kelian, Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim). Pahu badak Kalimantan berkelamin betina ini hanya ditemani para petugas Resort Konservasi Suaka Badak Kelian Kubar.

Pemerintah tengah berupaya mengembangbiakaan badak Kalimantan itu. Tujuannya untuk menambah jumlah populasi.

Namun, upaya tersebut tidak mudah. Upaya Pengembangbiakan harus mencari badak jantan untuk dikawinkan dengan badak betina.

Menurut Kepala Resort Konservasi Suaka Badak Kelian Kubar, Jono Adiputro, menemukan badak di alam liar sangat sulit. Alasannya, badak merupakan hewan yang soliter atau penyendiri.

Alasan lain, menurut Jono Adiputro, badak memiliki indra penciuman yang sangat kuat dan tidak pernah mau bertemu manusia. Jika badak mencium aroma manusia, badak akan bersembunyi.

Sementara ini Resort Konservasi Suaka Badak Kelian Kubar berupaya melakukan proses pengembangbiakan dengan cara bayi tabung.

“Kita sementara ini masih mencari jantannya. Kalau pun tidak ketemu, kita akan lakukan pengembangan populasi melalui teknologi buatan bayi tabung. Jadi membawa sperma dari suaka badak di Sumatera,” ujar Jono Adiputro melalui Diskominfo Kaltim, Jumat 23 September 2022.

Sempat muncul wacana lain untuk upaya pengembangbiakan badak Kalimantan. Antara lain dengan memindahkan badak Pahu ke Suaka Rhino Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung atau ke Taman Nasional Ujung Kulon yang ada di Banten.

Wacana pemindahan itu tidak berlanjut. Rasa kepemilikan pemerintah dan masyarakat kepada Pahu badak Kalimantan terlalu besar untuk melepas Pahu.

“Lebih baik kita jaga di sini. Bahkan kita proyeksikan Suaka Badak Kelian ini menjadi pusat suaka badak yang ada di Kalimantan. Jadi, misal ditemukan lagi badak kalimantan, akan kita satukan di suaka ini,” ujar Jono Adiputro.

Pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Resort Konservasi Suaka Badak Kelian Kutai Barat, bersama pemerintah pusat maupun provinsi termasuk mitra terkait lainnya, terus melakukan upaya konservasi pelestarian badak kalimantan.

Resort Konservasi Suaka Badak Kelian Kubar masih menunggu dokumen Rencana Aksi Darurat (RAD) yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, yaitu Aceh, Lampung, dan Kalimantan.

“Itu pedoman kita untuk melaksanakan kegiatan konservasi. Karena RAD sebelumnya, tahun 2018-2021 sudah habis,” ujar Jono Adiputro.

Menurut Jono Adiputro, badak berfungsi menjaga kesehatan hutan dengan cara menyebar biji-bijian melalui kotoran dan kulitnya. Dampaknya terhadap manusia jika Badak hilang, maka hutan akan hilang.

Keseimbangan ekosistem yang menjaga kehidupan manusia pun akan hilang. Seperti udara bersih, air bersih, obat-obatan, dan sumber pangan.

“Oleh karena itu, mari kita semua ikut menjaga kelestarian badak kalimantan,” ujar Jono Adiputro.

Setiap tahun, dunia memperingati World Rhino Day atau Hari Badak Dunia yang jatuh setiap 22 September. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com