Clicky

Mahasiwa Samarinda Tuntut Presiden Copot Moeldoko

KLIKSAMARINDA – Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda mengeluarkan surat kecaman terhadap tindakan upaya pembunuhan demokrasi di Indonesia.

Surat tersebut secara gamblang mengarah kepada Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan Moeldoko.

Surat tersebut ditandatangi oleh ketua BEM dan DPM fakultas Ilmu Politik Untag Samarinda Kaltim pada tanggal 07 maret 2021.

Dalam surat yang berjudul “Jaga Demokrasi Sebagai Pondasi kehidupan Berbangsa” mereka mengeluarkan statmentnya sebagi berikut :

”Menyikapi dinamika demokrasi yang semakin getir, serta indikasi pencatutan nama Presiden Joko Widodo dalam restu untuk merusak nilai dan unsur demokrasi yang dilakukan oleh Kepala Staf Presiden. BEM dan DPM fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas 17 Agustus Samarinda menyatakan sikap sebagai berikut,” demikian pembuka surat tersebut.

Beberapa point tuntutan itu adalah

1. Mengecam upaya pembunuhan Demokrasi dengan melakukan penyalahgunaan kekuasaaan yang diperbuat oleh KSP Moeldoko terhadap organisasi resmi negara

2. Meminta Presiden Joko Widodo untuk menjaga marwah pemerintah akibat perilaku KSP Moeldoko yang sibuk melakukan upaya politik praktis yang jauh dari tugas pokok dan fungsinya sebagai Kepala Staf Kepresidenan

3. Meminta Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan KSP Moeldoko karena terindikasi telah melakukan upaya fiktif dalam merusak unsur demokrasi dalam kapasitas sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

4. Kami juga menghimbau kepada rekan-rekan mahasiswa di tanah air untuk peduli terhadap kondisi demokrasi yang semakin getir akhir-akhir ini

Aksi BEM dan DPM Fisipol Untag Samarinda Kaltim mendapatkan respon dari kader Demokrat di Kaltim, Irwan. Irwan yang juga anggota Fraksi Demokrat DPR RI menyatakan bahwa BEM Untag menuntut pemerintah menjaga demokrasi sebagai kehidupan bangsa.

“Tuntuntan adik-adik BEM dan DPM Fisipol Untag Samarinda, Kaltim untuk Jaga Demokrasi sebagai Kehidupan Berbangsa. Mereka mengecam upaya pembunuhan demokrasi yang dilakukan KSP Moeldoko dan meminta presiden agar menjaga marwah pemerintahan dan memberhentikan KSP Moeldoko,” ujar Irwan dalam postinga di akun Twitternya, Minggu 7 Maret 2021. (*)

DMCA.com Protection Status