Provinsi Kaltim

Kaltim Tuan Rumah Rakernas X dan HKG PKK 2025, Strategi Menuju Indonesia Emas

KLIKSAMARINDAProvinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat sejarah baru dalam gerakan pemberdayaan perempuan dan keluarga. Untuk pertama kalinya, provinsi ini menjadi tuan rumah Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025, yang digelar pada Selasa, 8 Juli 2025 di Plenary Hall Convention Center Sempaja, Samarinda.

Acara prestisius ini diikuti oleh lebih dari 2.500 peserta dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Selain menjadi ajang silaturahmi nasional, Rakernas ini juga memperkuat semangat gotong royong membangun keluarga tangguh dan sejahtera.

Mengusung tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas”, Rakernas X menjadi tonggak arah baru PKK. Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakernas ini akan menghasilkan tiga dokumen strategis nasional, yaitu Rencana Induk Gerakan PKK 2025–2029, Strategi Gerakan PKK, dan Petunjuk Teknis Tata Kelola Kelembagaan PKK.

“Rakernas ini menjadi pijakan baru agar program-program PKK lebih sistematis, terukur, dan berdampak langsung,” tegas Tri Tito saat pembukaan.

Tri Tito menyatakan bahwa PKK lahir dari bawah dan berorientasi pada pemberdayaan keluarga. Sekitar 60 persen kontribusi pembangunan bangsa berasal dari 10 program pokok PKK.

“Gerakan PKK tumbuh dari bawah dan berorientasi pada pemberdayaan keluarga. PKK berkontribusi besar pada sektor pendidikan dan kesehatan bahkan sekitar 60 persen kontribusi pembangunan bangsa berasal dari 10 program pokok PKK,” ujar Tri Tito.

Pembukaan Rakernas PKK 2025 dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, mewakili Mendagri Tito Karnavian yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Ribka menegaskan bahwa PKK adalah mitra strategis pemerintah dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.

“PKK itu tumbuh dari bawah dan berbasis partisipasi. Ia memberdayakan keluarga sebagai unit terkecil namun paling strategis dalam pembangunan,” ujar Ribka.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah daerah, tidak hanya di atas kertas. Ribka mendorong penguatan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga media massa. Di era digital saat ini, ia mengajak PKK untuk adaptif dan modern.

Menurutnya, digitalisasi bukan pilihan lagi, tapi sudah menjadi keharusan. PKK harus ikut dalam transformasi teknologi, baik dalam pelaporan maupun pelayanan.

“Penguatan kapasitas kader PKK, baik melalui pelatihan berkelanjutan, regenerasi yang sehat, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pelaporan dan komunikasi. Di era saat ini, digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan,” kata Ribka.

Rakernas turut menghadirkan tokoh nasional seperti Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Kepala Badan Gizi Nasional Dadang Hindayana, serta Direktur Fasilitasi LKAD, PKK, dan Posyandu Kemendagri Nitta Rosalin sebagai moderator sesi diskusi strategis.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Ketua TP PKK Kaltim, Sarifah Suraidah, turut mendampingi pembukaan Rakernas yang berlangsung khidmat dan inspiratif. Kehadiran ribuan kader PKK menunjukkan komitmen kuat dalam membangun keluarga Indonesia dari tingkat rumah tangga.

Rakernas X PKK 2025 di Samarinda menjadi bukti bahwa pembangunan bangsa dimulai dari partisipasi masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga. Gerakan PKK diharapkan melaju lebih kuat, inovatif, dan relevan dalam menghadapi tantangan zaman. (Adv/Diskominfo Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *