Warta

Gerakan Pangan Murah di Kaltim jadi Instrumen Efektif Kendalikan Harga

KLIKSAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah menggalakkan gerakan pangan murah (GPM). Gerakan pasar murah ini juga menjadi agenda di seluruh kabupaten kota di Kaltim.

Gerakan Pangan Murah (GPM) sesi terakhir Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim tahun 2025 berlangsung selama dua hari, 10-11 Desember. Agenda ini berlangsung di halaman kantor DPTPH Kaltim, Jalan Basuki Rahmat Samarinda.

Kepala DPTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana, saat konferensi pers di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Jumat 12 Desember 2025, menilai gerakan pangan murah telah menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya pengendalian harga adalah kegiatan stabilisasi pasar murah.

Sepanjang tahun 2025, Kaltim telah menggelar 407 kali pasar murah di seluruh kabupaten/kota. Jika dirata-ratakan, kegiatan tersebut bisa mencapai 40 kali pada tiap daerah.

Menurutnya, langkah ini efektif meredam gejolak harga. Namun, Yana menegaskan, distribusi pangan tetap dipengaruhi banyak faktor.

“Harga itu bisa naik karena banyak faktor, mulai dari struktur dari pusat sampai bawah,” ujarnya.

DPTPH Kaltim mencatat, salah satu komoditas dengan kontribusi inflasi terbesar adalah beras.

Yana menerangkan bahwa struktur distribusi beras kini mengalami perubahan dibanding empat tahun lalu, sebelum Indonesia menghadapi gonjang-ganjing pasokan.

“Dulu pola distribusi kita bagus. Sekarang pedagang kecil bisa langsung ke Bulog, sehingga pola distribusi kita hanya dua titik. Margin pun tidak sebesar dulu karena adanya HET (harga eceran tertinggi (-Red),” jelasnya.

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri selama ini belum mandiri dalam produksi beras. Kaltim masih mendapatkan pasokan beras dari wilayah lain, seperti Sulawesi, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, hingga Jakarta. DPTPH mencatat data kebutuhan beras di Kaltim sepanjang tahun 2025 sebanyak 390.771 ton. (*)

Penulis: Harpiah AM

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker