Warta

Cerita Remaja Samarinda di Mancanegara: Cari Pengalaman Hingga ke Pakistan (2-Habis)

Perjalanan Yuliany Fahra Putri di luar negeri sejatinya bukan kali ini saja. Duta Wisata Kota Samarinda (2021-2022) itu juga pernah kuliah di Shannon College of Hotel Management, Irlandia, melalui program beasiswa Indonesian International Mobility Awards for Vocational Students (IISMAVO).

BEDANYA, kali ini ia diterima setelah mengikuti program short course pada Mei 2025 lalu. Ini merupakan program pendidikan singkat yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan spesifik dalam waktu yang singkat. “Saya kan sempat belajar di Irlandia 3 bulan. Saya sih yang inisiatif supaya tidak berhenti sampai disitu. Akhirnya saya coba daftar di short course,” akunya, saat diwawancara KLIKSAMARINDA.COM via Google Meet, Selasa (8/7/2025) malam, pukul 20.00 Wita –sekira pukul 17.30 waktu Pakistan

Sebenarnya, ia telah mencoba mencari program beasiswa lanjutan lain. Namun kebanyakan berada di Eropa dengan proses seleksi yang tidak mudah. Pilihan ke Pakistan pun jauh dari bayangannya. Terlebih saat ini kondisi negara tersebut sedang melakukan gencatan senjata dengan India sejak Mei 2025 lalu. “Saya merasa masih butuh pengalaman,” tuturnya.

Bagi Yuliany Fahra Putri, pilihan mencari peluang di luar negeri tidak didasari pada kekecewaan terhadap pemerintah dimana lapangan kerja begitu sulit ditemukan di tanah kelahiran. Baginya, langkah menempuh pendidikan lanjutan di negeri seberang adalah pilihan pribadi. “Enggak ada kaitannya sih. Saya hanya ingin mengembangkan diri,” tuturnya.

Yuliany Fahra Putri (kiri) saat berbincang dengan Direktur Utama ALPS Tours, Muhammad Umar Khanzada, di Pakistan. (FOTO: Instagram @alps_tours)

Lewat short course program, Yuliany Fahra Putri akhirnya di terima di ALPS Tour –sebuah perusahaan travel lokal. Berlokasi di Ahmed Centre, Markaz I-8 –Islamabad– perusahaan ini menawarkan dua paket perjalanan wisata.

Untuk domestik, wilayah yang dikunjungi seperti Kashmir, Neelim, Naran Kaghan, Hunza, Skardu, Swat Kalam, Kumrat, dan Chitral. Sementara untuk internasional, pelayanannya seperti study abroad, umrah packages, air tickets, visit visa, hotel booking, dan tour packages.

“Kalau domestik, perjalanan turnya memang lebuih banyak ke wilayah utara. Biasa di sana banyak pegunungan,” ulasnya. “Paketnya ada yang 5 hari Rp 1 juta,” timpal Yuliany Fahra Putri

Bagi Yuliany Fahra Putri, ada banyak hal unik di Pakistan. Misalnya, biaya hidup yang ternyata tak jauh berbeda dengan Kota Samarinda. Namun yang membuatnya terkejut, Upah Minimum Regional (UMR) di sana lebih rendah. “Di sini UMR-nya Rp 2,1 juta,” ungkapnya.

Hal menarik lainnya adalah, ia sempat menyaksikan bagaimana penganut Syiah melaksanakan Peringatan Asyura belum lama ini. Ia mengaku sempat syok melihat tradisi “Tabuik” atau “Hoyak Tabuik” –memukul badan.

“Saya baru seminggu di sini. Memang enggak semua penduduk lokal bisa Bahasa Inggris, karena mereka biasa pakai bahasa Urdu (bahasa resmi Pakistan, Red.),” imbuh Yuliany Fahra Putri.

PUJIAN DARI POLNES

M. Fauzan Noor, penggiat pariwisata di Kalimantan Timur (Kaltim), sekaligus Koordinator Program Studi (Prodi) Diploma 4 (D4) Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), mengapresiasi apa yang dilakukan Yuliany Fahra Putri pasca lulus dari bangku kuliah. Menurutnya, upaya Yuli –sapannya– menambah pengalaman di luar negeri, menambah optimisme terhadap masa depan dunia pariwisata di Kaltim.

“Saat ini, saya dan dosen-dosen di Polnes sedang giat membina dan mendampingi masyarakat untuk berkembang di sejumlah desa wisata. Apa yang dilakukan Yuli tentu saja memberikan harapan bagi kami, pariwisata di Kaltim akan berkembang jika mereka terlibat langsung di sini,” katanya.

Bagi M. Fauzan Noor, sebagian besar alumni Program DP UPW Jurusan Pariwisata Polnes, memang banyak berkecimpung di dunia pariwisata lokal. Bahkan, para mahasiswa yang saat ini masih menempuh pendidikan, banyak tersebar di pelbagai destinasi wisata terkenal di Indonesia untuk melakukan internship. “Mereka internship di sana selama 6 bulan. Pengalaman mereka dituangkan dalam tulisan dan kami rilis di beberapa media. Termasuk di KLIKSAMARINDA.COM. Saya sendiri yang mengarahkan mereka untuk mendokumentasikan experience itu dalam bentuk tulisan agar bisa dibaca banyak orang,” ulasnya.

M. Fauzan Noor berharap, upaya yang dilakukan Yuliany Fahra Putri bisa menjadi inspirasi. Tidak hanya bagi para mahasiswa yang edang menempuh pendidikan serupa dengannya, tetapi juga semua pihak yang memiliki atensi erhadap masa depan pariwisata Benua Etam. “Banyak remaja yang ingin terjun langsung ke sector pariwisata. Terlebih alumni kami di Prodi D4 UPW Jurusan Pariwisata Polnes. Saya berharap ini menjadi atensi pemerintah kita agar mendukung pariwisata lokal di etiap kabupaten/kota. Sebab SDM (Sumber Daya Manusia, Red.) berkualitas telah banyak lahir dari sini,” tukasnya. (fai)

 

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *