Warta

Wali Kota Samarinda Optimistis Raih Anugerah Kebudayaan Nasional PWI, Andalkan Sarung Samarinda

KLIKSAMARINDA – Komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam memajukan dan melestarikan kebudayaan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, berhasil masuk tiga besar Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026, sebuah penghargaan prestisius bagi kepala daerah yang dinilai konsisten memperkuat ekosistem kebudayaan daerah.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat merupakan agenda nasional yang memberikan apresiasi kepada kepala daerah dengan kebijakan dan program nyata dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan lokal.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri independen yang melibatkan unsur pers, akademisi, dan pegiat budaya, sehingga proses seleksi dinilai objektif dan kredibel.

Ia mengungkapkan, dirinya memastikan akan hadir langsung dalam setiap tahapan penilaian karena proses tersebut tidak dapat diwakilkan. Dari hasil seleksi sementara, Samarinda berhasil menembus sepuluh besar dan berada di posisi atas.

“Saya tanya kepada staf, memang tidak bisa diwakilkan dan ya, kita masuk dalam sepuluh besar, bahkan berada di urutan kedua dalam nominasi,” ujarnya.

Tahapan berikutnya dalam rangkaian penilaian adalah presentasi akhir di hadapan dewan juri. Jadwal waktu presentasi akan berlangsung tanggal 8-9 Januari 2026.

Baca juga

Andi Harun Wali Kota Samarinda Masuk Nominasi Anugerah Kebudayaan PWI

Andi Harun menegaskan, fokus utama yang diangkat dalam penilaian tersebut adalah Sarung Samarinda sebagai warisan budaya khas yang masih hidup dan berkembang hingga kini.

“Mudah-mudahan rangkaian terakhir nanti presentasi berjalan lancar. Tapi ini bukan soal saya yang mendapat penghargaan. Harapan saya, Sarung Samarinda yang mendapatkan pengakuan nasional,” tegasnya.

Menurutnya, pengakuan nasional terhadap Sarung Samarinda bukanlah tujuan akhir. Jika telah diakui sebagai pusaka nasional, peluang untuk naik ke level internasional, termasuk pengakuan UNESCO, akan terbuka di masa mendatang.

“Kalau sudah diakui secara nasional sebagai usaha dan pusaka nasional, bukan tidak mungkin ke depan bisa meningkat menjadi pengakuan internasional melalui UNESCO,” jelasnya.

Ia menilai optimisme tersebut beralasan, mengingat Pemerintah Kota Samarinda tidak hanya membangun narasi budaya, tetapi juga menyiapkan langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan Sarung Samarinda, mulai dari pelestarian perajin hingga penguatan identitas produk.

“Kita sudah berhasil membuat narasi dan upaya nyata bagaimana Sarung Samarinda ini diperjuangkan. Perjalanannya jelas menuju pengakuan nasional,” katanya.

Ia menekankan bahwa Sarung Samarinda bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan identitas Kota Samarinda yang relevan untuk masa kini dan masa depan.

“Samarinda bukan hanya cerita sejarah. Ini tentang identitas kota hari ini dan yang akan datang,” pungkasnya.

Melalui momentum Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap Sarung Samarinda dapat resmi diakui sebagai pusaka nasional, sekaligus memperkuat posisi Samarinda sebagai kota yang berkomitmen pada pelestarian budaya berbasis identitas lokal. (*)

Penulis: Harpiah AM

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker