Warta

Wali Kota Samarinda Datangi Kemenkeu Bahas Soal Pemotongan TKD

KLIKSAMARINDAWali Kota Samarinda, Andi Harun, terus memperjuangkan kepastian fiskal bagi daerahnya.

Usai berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, ia bersama Sekda Samarinda Hero Mardanus dan sejumlah pejabat daerah mendatangi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI di Jakarta, Selasa 8 Oktober 2025.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur Dana Transfer Umum (DTU) Sandy Firdaus beserta jajaran.

Dalam pertemuan itu, Andi Harun menyoroti dua hal penting.

Pertama terkait kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD). Kedua, penambahan alokasi kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp266,8 miliar untuk tahun anggaran 2025.

“Anggaran DBH ini sangat menunjang kegiatan di daerah. Terlebih Samarinda sebagai ibu kota provinsi. Sebagian besar anggaran, sekitar 30 persen, dialokasikan untuk kegiatan mandatory dari pusat,” tegas Andi Harun.

Ia menambahkan, jika kebijakan pemotongan TKD terus berlanjut, pemerintah pusat diharapkan tidak melakukan pemangkasan secara ekstrem.

“Kita butuh ruang fiskal yang cukup agar kegiatan daerah tetap berjalan, apalagi Samarinda kini masuk dalam Three City Connected bersama IKN dan Balikpapan,” ujarnya.

Menurutnya, penyaluran penuh dana kurang bayar DBH akan memberikan kepastian fiskal dan menjaga stabilitas pembangunan daerah.

“Sinergi antara pusat dan daerah sangat penting agar target pembangunan nasional bisa terwujud secara berkesinambungan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Direktur DTU Sandy Firdaus menegaskan bahwa kekurangan pembayaran DBH akan segera disalurkan bila dana telah tersedia.

Namun, terkait pemotongan TKD, kebijakan tersebut tidak dapat diubah karena telah disahkan melalui rapat paripurna Badan Anggaran DPR RI.

“Kami hanya menyarankan agar daerah dapat memilah program prioritas dan mengurangi perjalanan dinas,” tutur Sandy. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *