Usaha Gulung Tikar Karena Corona, Warga Samarinda Jadi Pelipat Surat Suara

KLIKSAMARINDA – Proses pelipatan surat suara yang akan digunakan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda 9 Desember 2020, mulai berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda mempekerjakan sebanyak 80 orang untuk melipat surat suara tersebut.

Para pekerja pelipat surat suara ini terbagi ke dalam 16 tim dengan masing-masing tim berjumlah 5 orang. Mereka bertugas melipat surat suara sebanyak 576.981 kertas suara.

Jumlah tersebut sesuai daftar pemilih tetap ditambah 2,5 persen surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan dua ribu surat suara untuk pemilu ulang.

Satu pekerja pelipat surat suara adalah Andi Bunga yang kini berusia 55 tahun. Andi Bunga merupakan warga Jalan Suryanata, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), tak jauh dari gudang tempat pelipatan surat suara yang difungsikan KPU Samarinda.

Sebelum bekerja sebagai pekerja pelipat surat suara di KPU Samarinda, Andi Bunga merupakan pedagang makanan. Andi Bunga mengaku ikut bekerja melipat surat suara karena usaha daganganya sudah tidak ada pembeli sejak pandemi Covid-19 terjadi.

Baca juga:  Camat Samarinda Kota Turun ke Citra Niaga Semprotkan Cairan Disinfektan

Saat ditemui Selasa, 24 November 2020, Andi Bunga tak sendiri. Dalam pekerjaan melipat surat suara, ia bersama dua anak, kerabat, dan tetangganya.

Dalam pekerjaan barunya itu, Andi Bunga menerima upah Rp300 per lembar. Andi Bunga mengaku hasil dari melipat surat suara sangat membantu ekonomi keluarga, terutama di masa pandemi saat ini.

“Ya, sebelumnya jualan kebab. Tapi karena Covid begini, gak laku sudah. Jadi sekarang, ya di rumah aja. Tahunya ada pelipatan suara. Ke sini dah lipat surat suara. Saya sama kakak dan teman. Juga ada anak menantu,” ujar perempuan paruh baya ini bercerita di sela tangannya yang melipat surat suara.

Meski hasilnya tak banyak, namun Andi Bunga mengaku bersyukur mendapatkan penghasilan untuk menopang kehidupan keluarga di tengah wabah corona. (Jie)