Clicky

TPU Raudhatul Jannah Samarinda, Terawat dan Indah

KLIKSAMARINDA – Tempat Pemakaman Umum Raudhatul Jannah, Serayu Tanah Merah, Samarinda Kalimantan Timur telah menjadi tempat pemakaman khusus pasien konfirmasi Covid-19 di Samarinda. TPU di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara ini menjadi tujuan ziarah sejumlah warga awal Ramadan 1442 H.

Pemakaman dengan 530 makam ini sebelumnya banyak penolakan keluarga penderita Covid-19 karena letaknya di pinggiran kota Samarinda. Tetapi, pemakaman ini justru diminati warga yang ingin memakamkan keluarga mereka.

Ya, TPU Raudhatul Jannah kini telah berbeda. Pemakaman Raudhatul Jannah seluas 15 hektare kini sudah tertata rapi. Lahannya masih sangat luas. Makam-makam di tempat ini juga selalu mendapatkan perawatan dari petugas makam.

Ada 6 orang petugas makam yang bergantian menyirami rumput dan tanaman yang berada di makam. Perawatan itu membuat makam menjadi nyaman dipandang dan menghilangkan kesan horor.

Seorang petugas perawatan makam TPU Raudhatul Jannah Serayu Tanah Merah Samarinda, Wariyo, mengatakan perawatan yang dilakukan awalnya hanya sebatas coba coba. Dirinya bersama beberapa rekan membentuk dan menanam rumput dan jenis tanaman lainnya di makam warga.

Setelah tanaman tumbuh dan terbentuk di beberapa makam, warga yang lain pun tertarik dan meminta mekam keluarga mereka turut diurusi.

Sejak itu, Wario dan rekan-rekannya mulai mendapat order membentuk dan merawat makam warga penderita Covid-19 di TPU Raudhatul Jannah. Wario dan rekan-rekannya mengubah kesan pemakaman menjadi bernuansa taman.

”Keluarga yang berziarah ke sini senang melihat makam yang sudah cantik. Jadinya gak ada kesan horor. Buat mereka, tempat pemakaman ini seperti taman,” ujar Wario, saat ditemui Selasa 13 April 2021.

Namun, pemandangan serupa dan tertata dari setiap makam memberi dampak bagi para peziarah. Bebeerapa peziarah justru kebingunan karena bentuk dan tatanan makam yang serupa.

Mufidah, seorang warga Samarinda, mengaku sulit menemukan makam orang tuanya di TPU Raudhatul Jannah Samarinda. Mufiah juga kesulitan mencari makam teman kantornya. Setelah mencari letak makam orang tuanya, Mufidah mampu menemukan makam orang tuanya.

Mungkin karena kita tidak tahu tanggal meninggalnya. Yang kita tahu hanya bulannya saja jadi sulit mencari. Tapi alhamdulillah bisa ketemu. Makam bagus pemeliharaannya,” ujar Mufidah.

”Saya kaget, sampai di pemakaman. Ternyata kuburannya pun tertata rapi dan dijaga. Syukur alhamdulillah,” ujar Yuli, warga Sambutan, Samarinda usai berziarah. (Jie)

Tinggalkan Balasan

DMCA.com Protection Status