Menteri DPDTT Tingkatkan Atensi BUMDes di Kaltim

KLIKSAMARINDA – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes DPDTT), Abdul Halim Iskandar mengunjungi sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, Sabtu 1 Mei 2021. Menteri Abdul Halim Iskandar antara lain mengunjungi BUMDes Payang Sejahtera, Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Abdul Halim Iskandar menegaskan kunjungannya ke Kaltim sebagai komitmen terhadap urusan pembinaan BUMDes.

“Kalau sudah urusan BUMDes, urusan kemiskinan desa saya akan jadi yang terdepan, ” ujar Menteri Abdul Halim Iskandar.

Menurut Menteri Abdul Halim Iskandar, BUMDes dalam kondisi sekarang sudah setara dengan BUMN dan BUMD karena sudah berbadan hukum. Yang membedakan hanya levelnya. BUMN level nasional, BUMD daerah, dan BUMDes pada level desa.

Karena itu, Menteri Abdul Halim Iskandar mengajak provinsi dan kabupaten juga ikut memberikan perhatian terhadap pengembangan BUMDes di wilayah masing-masing. Menteri Abdul Halim Iskandar mengaku yakin seperti BUMDes Payang Sejahtera bisa tergolong BUMDes maju seperti sekarang tidak luput dukungan daerah.

“Makanya saya melihat Desa Sungai Payang dengan BUMDes Payang Sejahtera menjadi masa depan cerah. Semoga desa-desa lain juga dapat mengikuti, ” ujar Menteri Abdul Halim Iskandar.

Di sisi lain, Menteri Abdul Halim Iskandar juga mengakui setelah kembali ke Jakarta akan langsung bertemu Menteri ESDM membicarakan kemungkinan agar usaha sektor migas dan pertambangan ikut memberi dukungan pengembangan BUMDes di wilayah operasionalnya. Mengingat banyak perusahaan migas dan batubara yang lokasinya di desa-desa.

Baca juga:  Kasus Positif Covid-19 Tembus 373 Orang dan Sembuh 247 Orang di Kaltim

Seperti Desa Sungai Payang yang dikelilingi perusahaan tambang, Menteri Abdul Halim Iskandar mengaku yakin dengan dukungan perusahaan status desa tidak hanya maju, tapi bisa menjadi mandiri.

Menurut Syirajudin, Pemprov Kaltim dalam Rencana Pembangunan Jangkauan Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2019-2023 menerapkan pengelolaan BUMDes menjadi bagian program prioritas dalam pencapaian target meningkatkan status 150 desa dari 518 desa sangat tertinggal dan tertinggal di Kaltim.

Khususnya terkait peningkatan pada indikator Indeks Ketahani Ekonomi (IKE) yang menjadi salah satu indeks komposit penilaian IDM desa.

“Pendek kata mari kita maksimalkan pengelolaan BUMDes di Kaltim. Manfaatkan sumber daya yang ada untuk memajukan desa mewujud Visi Pembangunan Berani Untuk Kalimantan Timur Berdaulat, ” ujar Syirajudin.

Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah menyebutkan kedatangan Menteri Abdul Halim Iskandar bagian mendorong desa berbuat terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya pengelolaan BUMDes.

Bupati Edi Damansyah menyatakan bahwa dirinya bangga dengan Desa Sungai Payang yang berhasil mengelola BUMDes, sehingga menjadikan status desanya dari sangat tertinggal menjadi maju.

Bupati Edi Damansyah menyatakan saat ini di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat 188 BUMDes. Sebanyak 31 BUMDes tergolong pemula, 70 berkembang, dan 29 lainnya kategori maju.

“Dengan pengelolaan BUMDes meningkat diharap memberi manfaat bagi masyarakat desa. Meningkatkan harkat martabat masyarakat desa, ” ujar Bupati Edi Damansyah. (*)