Kecamatan Samarinda Ulu Kembangkan Bank Sampah Berbasis RT
KLIKSAMARINDA – Upaya pengelolaan sampah di Kecamatan Samarinda Ulu kini tak lagi hanya mengandalkan petugas kebersihan namun berkembang ke program bank sampah.
Melalui dorongan dan partisipasi warga Kecamatan Samarinda Ulu dalam program bank sampah, pengelolaannya mulai bergeser menjadi gerakan kolektif berbasis lingkungan.
Kasi Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kecamatan Samarinda Ulu, Nana, menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat agar sadar memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
“Kami sudah melakukan sosialisasi sampai ke tingkat RT agar warga bisa memilah sampah dari rumah tangga masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, setiap kelurahan di Samarinda Ulu kini telah memiliki bank sampah sebagai wadah pengumpulan dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.
Bahkan, pihak kecamatan menargetkan pembentukan bank sampah di tingkat RT.
“Minimal tiga RT satu bank sampah. Kami ingin pengelolaan sampah ini jadi budaya, bukan sekadar kegiatan sementara,” tegasnya.
Selain itu, pengawasan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) juga diperketat.
Pihaknya mengimbau warga untuk mematuhi jadwal pembuangan sampah, yaitu mulai pukul 18.00 hingga 06.00 pagi.
Aturan ini demi menjaga disiplin warga dalam waktu membuang sampah ke TPS.
“Kami jaga TPS agar warga disiplin membuang sampah sesuai waktu yang sudah ditentukan. Tidak boleh siang hari, supaya lingkungan tetap bersih dan tidak menimbulkan bau,” tuturnya.
Tak hanya berhenti pada pengumpulan, Nana menjelaskan sejumlah warga telah mengolah sampah menjadi produk bernilai tambah.
Contohnya di Kampung Salai RT 22 Kelurahan Kampung Jawa, warga membuat berbagai kerajinan dari limbah rumah tangga.
“Ada yang bikin tas, souvenir, hingga piring dari bahan bekas. Bahkan minyak jelantah pun bisa dimanfaatkan kembali,” katanya.
Sejumlah bank sampah telah aktif di beberapa kelurahan di Kecamatan Samarinda Ulu.
Antara lain berada di Kelurahan Jawa, Kelurahan Air Hitam, Kelurahan Air Putih, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kelurahan Gunung Kelua, Kelurahan Bukit Pinang, Kelurahan Sidodadi, dan Kelurahan Dadimulya.
Ia berharap gerakan bank sampah dan kebersihan ini bisa memperkuat kesadaran lingkungan dengan dukungan warga.
“Kalau masyarakat sudah paham bahwa sampah bisa jadi berkah, pengelolaan lingkungan akan berjalan dengan sendirinya,” pungkasnya. (Pia)



