KLIKSAMARINDA | Geliat Industri di Samarinda, Dari Workshop Moge Hingga Produk Roti Jepang
Ekbis

Geliat Industri di Samarinda, Dari Workshop Moge Hingga Produk Roti Jepang

Melihat tampilan depan Grand Custom Work yang berada di samping rumah pemiliknya di Jalan PU, Nomor 105, Samarinda Seberang, rasanya tak tampak bisa menghasilkan beragam moter gede (moge) yang harganya ratusan juta rupiah. Namun, begitulah faktanya.

“Setelah masuk ke dalam workshop yang tak terlalu besar ini, barulah terasa ingin bilang, iya sudah ini dia tempatnya! Tempat yang sempat mencuri perhatian publik nasional dan dunia dengan motor modifikasi bernama Enggang Merah pada tahun 2010 lalu,” ujar Kadis Perindustrian Kota Samarinda, Muhammad Faisal.

Enggang Merah karya Fajar Anand Builder Samarinda ini merupakan pemenang kontes modifikasi nasional U Mild U Bikers dengan gaya prostreet chopper. Kemudian berlanjut mendapat sambutan meriah di kejuaraan motor custom dunia pada Cool Breaker 12th di Yokohama Jepang 29-30 Mei 2010.

“Sampai sekarang, di sini masih terus berproduksi moge pesanan para bikers di Kaltimtara maupun yang pengen me-restorasi kembali atau yang ingin sekedar me-modifikasi motornya. Tentu saja kita bangga dengan industry ini dan patut terus kita perkenalkan ke publik,” ujar mantan Kadis Pariwisata ini.

Kunjungan industri kedua, tak jauh dari sana. Ada pabrik roti jepang Morinaga atau yang biasa disebut orang dulu roti gepeng yang berada di Jalan KH. Harun Nafsi.

“Kagum juga dengan semangat juang dan keuletan Yuli dan suami. Selama 15 tahun bergelut dengan bisnis roti dengan harga murah bahkan hingga sekarang harganya paling mahal dua ribu rupiah saja per bungkus,” ujar Faisal serius menerangkan.

Dari bermodal hanya beberapa oven biasa hingga puluhan sampai sekarang sudah mulai menggunakan mesin ovan besar yang modern, mesin pembungkus, dan lainnya. Dengan karyawan berjumlah 20 orang mereka setiap hari sekarang memproduksi minimal sebanyak 10.000 bungkus roti. Yuli, wanita keturunan asal Pontianak ini selalu makan roti produksinya setiap hari untuk merasakan langsung.

“Memang tergantung marketing kami tapi minimal ya 10.000 bungkus lah produksi setiap hari. Kami di sini hanya memproduksi saja. Pokoknya selalu fresh setiap hari. Apalagi sekarang sudah mulai juga melakukan penjualan online melalui reseller jadi pesanan terus bertambah lagi,” ujar Yuli dengan lugas. (rilis)

DMCA.com Protection Status